Demi Rupiah, Jokowi Tunda Proyek Kelistrikan 15.200 MW

04/09/2018, 19:30 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Menteri ESDM Ignasius Jonan menggelar konferensi pers soal energi terkini. (Uji Sukma/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Demi menyelamatkan rupiah yang terus melemah melawan dollar AS, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk menunda proyek strategis nasional di bidang kelistrikan sebesar 15.200 Megawatt (MW).

Jonan menegaskan proyek ini tidak berarti dibatalkan, namun digeser realisasinya dari yang seharusnya ditarget kelar 2019 menjadi mundur ke 2021 hingga 2026. Hal itu akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

“Ini yang dari 35 ribu Megawatt yang direncanakan yang belum financial closing dan yang sudah akan digeser ke tahun berikutnya (ditunda) ada 15,2 Gigawatt atau 15.200 Megawatt,” kata Jonan di Kementerian ESDM, Selasa (4/9).

Dia mengatakan pertimbangan yang membuat pemerintah menunda proyek itu adalah pertumbuhan konsumsi listrik itu sendiri. Dia bilang estimasi konsumsi listrik sebesar 10-12 persen akan tetapi tahun lalu hanya tumbuh 7 persen. Sementara sampai triwulan II-2018 listrik baru tumbuh 4,7 persen dimana prediksi sampai akhir tahun hanya 6 persen.

“Dari target APBN pertumbuhan listrik 8 persen, makanya banyak proyek yang bergeser. Dengan begitu tentu tekanan pengadaan barang impor berkurang,” kata Jonan.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi