JawaPos Radar

Dirjen Migas Bongkar Sulitnya Terapkan Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg

04/07/2018, 20:13 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Dirjen Migas Bongkar Sulitnya Terapkan Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg
Distribusi tertutup elpiji 3 kg hanya tinggal wacana (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah pada tahun ini berencana memberlakukan kebijakan distribusi tertutup untuk elpiji 3 kilogram (kg). Hal itu dilakukan dalam rangka mengarahkan penyaluran gas melon agar lebih tepat sasaran.

Sayangnya, wacana tersebut tidak akan terealisasi pada tahun ini. Selain karena sedang melakukan kajian, ada beberapa kendala yang perlu dipertimbangkan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengakui ada beberapa kendala untuk menerapkan kebijakan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan sulitnya masyarakat beralih dari gas melon ke produk lainnya dengan harga dan volume yang cukup terjangkau.

"Waktu itu kita udah coba 5,5 kg (Bright Gas) tapi ternyata demand orang konsumsi 3 kg (subsidi) itu masih ada," ujaranya di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/7).

Perihal masalah harga yang lebih murah, pria yang akrab disapa Djoksis ini membantah. Menurutnya, yang membuat masyarakat sulit beralih karena volume gas melon dianggap lebih ringan dibawa dibanding produk lainnya.

"Enggak. Bukan gitu. Salah satu alasanya itu karena 3 kg lebih ringan. Lebih paslah. Kamu mau bawa 5,5 kg bawa ke atas? Beratlah. Kalo 3 kg kan ringan bawanya. Kira-kira gitu," jelas Djoko.

Tidak hanya itu, permasalahan data terkait siapa saja yang layak menerimanya, juga menjadi kendala. Pihaknya saat ini akan coba mengintegrasikan data bantuan sosial lainnya untuk dijadikan data valid.

"Ya itu datanya kita mau gabung dengan program sosial yang lain. Mending pakai data itu dulu, digabungin," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up