alexametrics

Jurus Kementerian ESDM Kejar Target PLTS 6,5 GW di 2025

4 April 2019, 14:20:58 WIB

JawaPos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,5 Gigawatt (GW) hingga 2025 mendatang. Keseriusan ini merupakan implementasi dari komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.
Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Ditjen EBTKE, Harris mengatakan, Indonesia menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 mendatang. Untuk itu, komitmen tersebut harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendukungnya.
Upaya serius itu juga  perlu dibarengi komitmen dari pemerintah, swasta, dan lembaga pembiayaan.
“Energi terbarukan dari PLTS penetrasinya 6,5 GW sampai 2025,” ujarnya dalam acara Indonesia Solar Power & Energy Storage Conference 2019 di Jakarta, (4/9).
Berdasarkan catatan pihaknya, pembangkit listrik yang telah dioperasikan oleh PT PLN maupun Independen Power Producer (IPP) atau swasta baru mencapai 66 ribu megawatt (MW). Artinya, target 6,5 GW atau 6.500 MW itu adalah 10 persen dari total pembangkit yang dibangun di Indonesia.
Selain itu, Kementerian ESDM juga mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem PLTS atap oleh konsumen PLN. Aturan ini, memungkinkan masyarakat membangun PLTS sendiri di atap rumah masing-masing yang diyakini dapat mendorong capaian pembangunan PLTS hingga 2025.
Melalui upaya ini, pihaknya berharap upaya akselerasi dalam mencapai target bauran energi sebesar 23 persen bisa dicapai.
“Setiap konsumen PLN diperkenankan memasang PLTS di rumah masing-masing, di kantor masing-masing dan di mal masing-masing . Ini akan mengurangi tagihan listrik mereka oleh PLN dan itu juga (listrik yang dihasilkan) boleh kita titip (saving energy) di jaringan PLN,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Hana Adi



Close Ads