alexametrics

Kemenko Perekonomian Buka Akses KUR untuk Pertashop

4 Februari 2021, 21:21:49 WIB

JawaPos.com – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) membuat sosialisasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kemitraan Pertashop, Rabu (3/2). Sosialisasi ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan penyaluran KUR 2021 sekaligus mempercepat proses pembangunan Pertashop untuk pemerataan energi. Itu juga sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sosialisasi itu dipimpin oleh Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian, Gede Edy Prasetya, Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan, dan Petrokimia Kemenko Perekonomian Andi Novianto, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid, serta jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dari bank BRI, BNI, dan Mandiri.

Gede Edy Prasetya menjelaskan, KUR adalah kredit pembiayaan untuk modal kerja dan atau untuk investasi untuk membantu masyarakat dalam kondisi yang sulit saat ini. Capaian KUR pada 2020 mencapai Rp 197 Triliun atau 103% dari target, dan pada 2021 ditargetkan mencapai Rp 253 Triliun.

Dalam paparannya, Gede Edy menyebut kerja sama akses KUR untuk Program Pertashop karena akan bermanfaat bagi calon mitra dan masyarakat. Menurutnya, potensi bisnis portofolio Pertashop sebagai lembaga penyalur energi resmi Pertamina ke masyarakat potensinya sangat bagus dan masih bisa dikembangkan inovasi layanannya.

“Dalam sosialisasi ini, diharapkan kita bisa menemukan cara dan pola terbaik mendorong penyaluran KUR untuk implementasi Program Pertashop, sehingga tujuan besar penyaluran KUR dan Pertashop bisa dicapai bersama. Ini akan menjadi wujud sinergi dan kolaborasi BUMN, Kemenko Perekonomian, serta Kemendagri dengan tujuan memberikan beragam manfaat bagi masyarakat yang kita layani,” jelas Gede Edy Prasetya.

Sementara itu, Mas’ud Khamid mengatakan Pertashop menjadi jawaban untuk penyaluran energi hingga ke desa dan titik yang belum dilayani Pertamina. Saat ini, sudah beroperasi sebanyak 1.112 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk 2021, ditargetkan sebanyak 10 ribu Pertashop baru sudah dapat beroperasi.

“Pertashop adalah salah satu implementasi Program One Village One Outlet (OVOO) yang bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas energi bagi masyarakat dengan kualitas dan harga yang sama. Pertashop akan melayani dan mendekatkan kebutuhan energi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Mas’ud Khamid.

Saat ini, pola kerja sama Pertashop ada tiga tipe. Yakni, Gold (210 meter persegi dengan kapasitas tanki 3 Kilo Liter). Platinum (300 meter persegi dengan kapasitas tanki 10 Kilo Liter), dan Diamond (500 meter persegi dengan kapasitas tanki 10 Kilo Liter). Pertashop dipastikan memenuhi standar kualitas produk, standar keselamatan, dan standar operasional yang sama seperti di SPBU.

Baca Juga: Kok Bisa? Bupati Terpilih Sabu Raijua, NTT, Ternyata Warga Negara AS

“Kualitas produk dan harganya sama dengan di SPBU, tanki, dispenser, dan alat lain sudah kami tes kekuatannya, alat pemadam juga tersedia untuk keadaan darurat. Terakhir secara operasional, operator akan kami latih untuk dapat bekerja sesuai standar yang berlaku,” jelas Mas’ud Khamid.

Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan, dan Petrokimia Kemenko Perekonomian Andi Novianto menambahkan, KUR untuk kemitraan Pertashop bisa menumbuhkan ekonomi nasional. “Saat ini ada 7.094 Kecamatan dan 74.957 Desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Pertashop dan KUR secara langsung akan meningkatkan pertumbuhan dan membantu pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan pemberdayaan UMKM dan masyarakat, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” tutup Andi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads