alexametrics

Power Bank, Solusi PLN Bagi Event Organizer Agar Tak Byar-pet

2 Februari 2019, 17:35:44 WIB

JawaPos.com – Berbagai acara awal tahun biasanya membutuhkan jasa pengusaha event organizer atau penyelenggara acara. Misalnya acara pernikahan dan acara musik. Listrik sangat vital.

Sebut saja tata cahaya, tata suara sampai penerangan di lahan parkir dan toilet, semua membutuhkan daya listrik yang bisa diandalkan, agar acara berjalan lancar dari awal hingga selesai. Dengan demikian, pengunjung dan para pengisi acara pun akan terpuaskan.

Permasalahannya, penyelenggara acara membutuhkan pasokan daya listrik yang andal dan berkapasitas besar, untuk mendukung acara hingga tuntas, sekaligus juga berharga terjangkau. Alat generator set atau genset berbahan bakar solar atau bensin yang biasa disewa penyelenggara acara, selama ini menjadi andalan dalam menyediakan daya listrik yang dibutuhkan. Meski diakui, harga yang dikeluarkan juga tidak murah. 

Hitung saja, sebuah genset membutuhkan solar sebagai bahan bakar. Hitungannya, setiap liter solar diperkirakan menghasilkan listrik 3 Kwh. Dengan harga solar non subsidi sekitar Rp 9.000,00 per liter, berarti harga listrik dari genset adalah Rp 3.000,00 per Kwh. 

“Kami terus terang membutuhkan sumber listrik yang selain terjamin dapat diandalkan pasokannya selama acara, juga berharga terjangkau,” ungkap Pendiri POS Entertainment yang di antaranya bergerak di bidang event organizer, promotor music, dan manajemen artis, Dhani Pette, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1).

Power Bank Versi PLN

Karena itu Dhani merasa terbantu ketika pada acara Konser 35 Tahun Slank yang digelar pada 23 Desember 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin, pihaknya mendapatkan sumber daya listrik baru, yakni Power Bank Express Power Service dari PT PLN  (Persero).  Dalam Konser Slank tersebut POS Entertainment yang bertindak sebagai promotor acara, menggunakan 4 unit power bank PLN berdaya masing-masing 400 KVA. 

Apalagi biaya operasionalnya ternyata nyaris separuh dari biaya bahan bakar genset. 

PLN hanya mengenakan biaya Rp 1.600 per Kwh, bandingkan dengan genset yang berbiaya bahan bakar Rp 3.000 per Kwh. “Jadi jelas lebih hemat,” papar Dhani. 

PLN pun menyediakan perangkat Uninterruptible Power Supply alias UPS sepaket dengan biaya Power Bank Express Service. Kegunaan UPS adalah sebagai penyedia daya listrik cadangan, seandainya perangkat power bank mengalami kendala saat hari H, yang nyatanya tidak ada masalah sama sekali. 

Saat gladi resik acara yang berlangsung sehari sebelum konser, tim PLN pun mendemonstrasikan keandalan UPS yang mampu menyimpan daya listrik cadangan setara 3 jam. Caranya, dengan sengaja mematikan sumber daya dari power bank. 

Dhani menerangkan, berdasarkan informasi dari tim PLN, peralihan sumber daya dari power bank ke UPS hanya nol koma sekian detik. Keunggulan itu menjadikan pihaknya tidak merasakan perbedaan sama sekali.  “Jika menggunakan genset, kalau tidak salah ada jeda, 1-3 detik sebelum listrik cadangan menyala, jika ada sesuatu dengan daya listrik utama. Hal ini bisa menyebabkan acara terganggu, bahkan peralatan bisa rusak,” papar Dhani. 

Dengan pengalaman positif tersebut, dia memutuskan menggunakan kembali layanan Power Bank Express Power Service PLN saat menggelar acara Hari Lahir ke-73 Muslimah NU yang digelar pada 26 hingga 27 Januari 2019, kemarin. 

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi menilai penggunaan Power bank express power service dari PLN sangat cocok untuk pengusaha yang banyak bergerak di luar ruang, seperti event organizer. Sebab, kebutuhan luar ruang sangat membutuhkan dukungan daya listrik yang kerap kali tidak tersedia sebanyak di dalam gedung.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Power Bank, Solusi PLN Bagi Event Organizer Agar Tak Byar-pet