JawaPos Radar

Pendapatan Mark Dynamics Indonesia Naik 46,9 Persen

31/07/2018, 16:32 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Pendapatan Mark Dynamics Indonesia Naik 46,9 Persen
Ilustrasi produk PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan pendapatan Rp 155,45 miliar di semester I-2018. Naik 46,9 persen dari posisi Rp 105,79 miliar di periode yang sama tahun 2017. Kenaikan pendapatan sejalan dengan tingginya permintaan produk sarung tangan kesehatan dunia.

"P‎ermintaan pasar terhadap produk sarung tangan kesehatan secara global sangat tinggi dan berdampak positif bagi kinerja operasional dan keuangan perusahaan. S‎ejalan dengan permintaan yang tingi, kami optimistis bisa menjaga kesehatan kinerja jangka panjang yang baik untuk bisa dipertahankan," kata P‎residen Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan, dalam keterangan resminya, Selasa (31/7).

Ridwan menjelaskan, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari ekspor yang mencapai 97 persen, sisanya sebanyak 3 persen masih dari lokal. Ekspor yang besar, karena posisi perusahaan‎ sebagai salah satu produsen hand former terkemuka di dunia, dengan pangsa pasar 35 persen. 

"Maka dari itu, pasar ekspor masih menjadi tujuan utama pasar perusahaan," imbuhnya.

Menurutnya, pedapatan yang meningkat memberikan pencapaian yang positif bagi laba perusahaan. Bayangkan saja‎, laba bersih perusahaan naik 132,1 persen, dari Rp 15,74 miliar di Juni 2017 menjadi Rp 36,54 miliar di enam bulan pertama tahun ini.

"Posisi laba kotor tumbuh 91,8 persen, dari posisi Rp 33,76 miliar di semester I tahun lalu, kini menjadi Rp 64,76 miliar di semester pertama tahun ini," tuturnya

Tingkat beban operasional, lanjutnya, tercatat sebesar Rp14,24 miliar, dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan sebesar ‎9,2 persen. Apresiasi nilai Dolar AS (USD) terhadap rupiah memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

"Dengan tercatatnya laba bersih kurs sebesar Rp 914,56 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi kurs sebesar Rp 514,61 juta," imbuhnya

Sementara Posisi aset perseroan menjadi Rp 272,39 miliar di semester I-2018, dengan peningkatan sebesar 12,6 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2018. Adapun posisi ekuitas menjadi Rp 191,98 miliar atau naik 3,8 persen dari posisi kuartal I-2018.‎ Dengan aset lancar tercatat sebesar Rp 178,97 miliar, sedangkan aset tidak lancar Rp 93,41 miliar.

"Kami akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan nilai kepada pemegang saham dan investor, termasuk pengembangan usaha di luar bisnis organik perusahaan," tandasnya.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up