JawaPos Radar

Analogi Kodok Arcandra Soal Kelesuan Eksplorasi Migas di Indonesia

29/09/2017, 19:52 WIB | Editor: Mochamad Nur
Archandra Tahar
Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meminta kepada semua pihak agar tidak mengkambing hitamkan harga minyak atas lesunya kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.

Sebab, negara lain yang juga terkena imbas dari harga minyak dunia, kegiatan eksplorasinya tidak lesu.

"Jangan salahkan oil price (atas mandeknya kegiatan eksplorasi), karena di negara lain KKKS masih bisa tumbuh walaupun perlahan," ujarnya di City Plaza, Jakarta, Jumat (29/9).

Mantan Menteri ESDM itu bahkan membuat sebuah analogi. Ia menganggap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sebagai sebuah kodok.

Sebuah kodok apabila masih memiliki empat kaki, tiga kaki, dua kaki, dia masih mampu mengikuti instruksi untuk melompat. Sedangkan saat seluruh kakinya hilang, si kodok tidak dapat melompat. Bukan karena tuli, tapi ia kehilangan kakinya.

"Ada sebuah cerita, tentang kodok berkaki empat. Kodok kakinya dipotong satu, diteriakin jump dia akan loncat. Dipotong kedua dia teriak jump lompat lagi, kaki ketiga dia jump lagi dengan tertatih. Kaki keempat dipotong dia diam saja. Apa kodok akan jadi tuli kalau keempat kakinya dipotong?," jelas dia.

Analogi tersebut sama seperti industri migas di Tanah Air. Mandeknya kegiatan eksplorasi bukan karena merosotnya harga minyak dunia, melainkan ada hambatan lain baik dari segi birokrasi atau perpajakan sehingga kontraktor masih belum bergairah untuk melakukan eksplorasi.

"Jangan kita salahkan oil price yang rendah. Sama seperti cerita kodok. Dia tidak bisa melompat bukan karena budeg, tapi karena kakinya diampuasi. Bahwa memang terjadi penurunan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Yang bisa kita harapkan, jangan sampai penurunan terlalu tajam," pungkasnya. 

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up