JawaPos Radar

Langgar Ketentuan Pengoperasian Pesawat

Pilot Pemberi Izin Mik pada Neno Warisman Diberi Sanksi Lion Air

29/08/2018, 10:00 WIB | Editor: Mochamad Nur
Pilot Pemberi Izin Mik pada Neno Warisman Diberi Sanksi Lion Air
Ilustrasi maskapai penerbangan Air Lion (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Maskapai penerbangan Lion Air memberikan klarifikasi atas kejadian diberikannya izin Neno Warisman untuk menggunakan mik atau mikrofon milik maskapai saat dalam penerbangan pada 25 Agustus 2018.

Peristiwa yang terjadi pada penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT297 melayani rute penerbangan dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau (PKU) menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (CGK).

Penerbangan JT297 yang membawa 176 (seratus tujuh puluh enam) penumpang dan diawaki oleh 2 (dua) orang penerbang dan 5 (lima) awak kabin, lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II pukul 22.25 WIB dan mendarat dengan baik di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pukul 23.53 WIB.

Pilot Pemberi Izin Mik pada Neno Warisman Diberi Sanksi Lion Air
Neno Warisman (Istimewa)

“Setelah pesawat terbang beberapa menit dan tanda dikenakan sabuk pengaman dipadamkan, salah satu penumpang meminta izin kepada awak kabin untuk menggunakan alat PA (Public Announcement) guna menyampaikan atau mengumumkan sesuatu kepada penumpang lain,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Rabu (29/8).

Dia melanjutkan, permintaan itu dikabulkan dan dizinkan oleh awak kabin yang bertugas di bagian depan. Kemudian, lanjutnya, Neno memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi mengenai hal-hal yang diinginkannya.

“Pada saat penumpang tersebut berbicara, waktu yang bersamaan ada penumpang lain yang mengambil gambar atas kejadian tersebut dan disebarluaskan setelah mendarat di Soekarno-Hatta, sebagaimana gambar dan video yang beredar luas di masyarakat,” kata dia.

Atas kejadian tersebut, pihaknya memberikan sanksi kepada pilot yang memberikan izin. Hal itu dinilai sebagai pelanggaran dalam ketentuan pengoperasian pesawat. Selanjutnya, pilot yang memberi izin diberikan sanksi berupa tidak boleh terbang dalam waku tertentu.

“Persetujuan dan atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat dan yang hanya boleh dioperaskan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi,” jelas dia.

“Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat perusahaan dan peraturan perusahaan. Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PA, berupa tidak boleh terbang atau grounded. Kejadian tersebut juga telah kami laporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” tandasnya.

(ce1/hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up