alexametrics

Konsep Body Positivity Kian Populer, Kosmetika Segmen Plus Size Tumbuh

29 Juli 2021, 05:53:20 WIB

JawaPos.com – Kampanye body positivity semakin marak. Konsep ini pertama kali berkembang di negeri Abang Sam (AS) sekitar 1960-an. Di Indonesia sendiri, kampanye body positivity mulai berkembang sejak 2012.

Kampanye ini bertujuan memberdayakan wanita agar menerima tubuh dan fisik mereka sehingga dapat melepaskan diri dari rasa malu yang terkait dengan stereotip obesitas. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini pun masih banyak perdebatan terakit standar kecantikan di masyarakat.

Masih ada masyarakat yang berpegang pada stigma dan anggapan bahwa kecantikan itu identik dengan putih, mulus, tinggi, dan langsing. Akibatnya, banyak pihak membanding-mandingkan bentuk fisiknya seseorang, memarginalkan perempuan dengan ukuran tertentu dan paling parah melalkukan perundungan.

Sebagai gerakan sosial, kampanye body positivity berusaha membantu orang memahami bagaimana media sosial dan pesan-pesannya memengaruhi cara kita memandang tubuh kita. Harapannya, semua orang dapat memiliki hubungan yang lebih sehat dengan dirinya sendiri.

Body positivity, atau singkatnya merupakan penerimaan setiap perubahan tubuh mulai dari bentuk, ukuran, hingga kemampuan tubuh seiring bertambahnya usia. Yang perlu digarisbawahi, body positivity bukanlah legitimasi untuk tidak peduli dan merawat diri agar menjadi lebih baik. Namun lebih kepada mengetahui kapasitas dan kebutuhan diri sendiri.

Berkat kampanye body positivity yang digalakkan baik oleh artis, selebgram, hingga penyanyi ternama beberapa tahun belakangan, ada sesuatu yang unik yang membentuk persepsi masyarakat tentang standar kecantikan tubuh perempuan. Bahkan saat ini sudah ada merek perawatan kulit (skincare) lokal yang menawarkan solusi pilihan khusus untuk perempuan berukuran plus di Indonesia, atau bisa dibilang satu satunya merek skincare yang memosisikan diri di segmen ini, namanya Fat Panda.

Editor : Estu Suryowati

Saksikan video menarik berikut ini: