alexametrics

Tahun Politik, Kinerja Pusat Perbelanjaan Diprediksi Tumbuh Positif

29 Januari 2019, 14:50:52 WIB

JawaPos.com – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur memprediksi kinerja mal atau pusat perbelanjaan di Jawa Timur (Jatim) akan tumbuh positif tahun ini. Meskipun bertepatan dengan adanya momen Pilkada.

Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi mengatakan, dengan adanya pesta demokrasi justru akan membawa berkah tersendiri bagi kinerja retailer. Menurutnya, hal ini dikarenakan perputaran uang yang semakin banyak, sehinga daya beli semakin tinggi.

“Selama stabilitas keamanan dapat dipertahankan, kami optimistis retail akan tetap tumbuh,” ujarnya dikutip Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Senin (28/1).

Secara keseluruhan, Sutandi menyebutkan, sepanjang 2018 retailer-retailer membukukan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan retail tahun lalu mencapai 9 persen.

“Oleh karena itu, tahun ini kami optimistis akan tumbuh lebih baik lagi,” katanya.

Menurut Sutandi, hanya beberapa tenant retail yang mampu tumbuh di atas 10-15 persen. Di sisi lain, pertumbuhan retail tersebut juga akan didorong dengan adanya pertumbuhan mal sepanjang 2019 ini.

Namun demikian, pertumbuhan pusat perbelanjaan tersebut masih akan didominasi oleh proyek extention dari mal-mal yang sudah ada sebelumnya. Seperti perluasan East Coast Center (ECC) 2 yang rencananya akan mulai beroperasi pada akhir 2019. Perluasan Pakuwon Mall 3 yang rencananya akan mulai beroperasi pada September 2019. Dan perluasan Galaxy Mall 3 yang rencananya akan mulai beroperasi pada Februari 2019.

“Diluar proyek-proyek tersebut masih ada perluasan Ciputra World 2. Namun masih akan beroperasi pada 2020 mendatang,” jelasnya.

Pertumbuhan pusat perbelanjaan ini didorong dengan adanya perubahan tren konsep mal saat ini yang merupakan akibat adanya perubahan lifestyle masyarakat.

”Serta adanya ekspansi dari retailer untuk membuka cabang baru, utamanya di bidang food and beverage (F&B) dan beauty. Selain itu, tentu adanya daya beli masyarakat yang cukup baik,” lanjutnya.

Selain itu, Sutandi menyebut, saat ini mal cenderung menjadi lifestyle center, yang berarti bukan sekadar menjadi tempat belanja. Namun mengakomodir semua gaya hidup dan keperluan hidup manusia modern.

“Kecenderungan masyarakat untuk makan di luar rumah bersama keluarga maupun meeting di luar kantor bersama klien dan tamu-tamu. Hal tersebut dinilai turut menyuburkan pertumbuhan bisnis F&B di Surabaya,” tuturnya.

Sutandi menilai, sektor fashion seperti busana muslim mempunyai market tersendiri yang cukup luas. Sutandi mencontohkan, saat ini di beberapa mal sudah menyediakan tempat khusus untuk retailer fashion muslim.

Editor : Saugi Riyandi



Close Ads
Tahun Politik, Kinerja Pusat Perbelanjaan Diprediksi Tumbuh Positif