alexametrics

Penjelasan Menhub Soal Aturan Baru Taksi Online Larang Beri Promo

28 Desember 2018, 13:27:34 WIB

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan PM 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus untuk menggantikan PM 108 Tahun 2017. Dalam  beleid anyar tersebut, salah satunya mengatur soal pelarangan pemberian tarif promo.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, ada beberapa alasan yang dipertimbangkan pihaknya terkait keputusan tersebut. Salah satu yang dititikberatkan adalah soal keamanan.

Hal itu didasari karena penghitungan tarif dihimpun berdasarkan beberapa komponen. Menurutnya, jika ada promo yang diberikan oleh operator, dikhawatirkan ada komponen keselamatan yang dihilangkan. 

“Kan tarif sudah kita hitung dengan komponen yang harus dipenuhi oleh satu industri yaitu ada komponen penyusutan, artinya kalau rusak harus ini lagi.. komponen bensin, komponen perawatan, supir, itu sudah di pas gitu lho, ada juga untung operator. Dia itu (promonya) harusnya batas bawah ke atas, bukan ke bawah. Itu dia kalau dikurangi pendapatan dari pengemudi, maka akan ada salah satu yang dikorbankan,” ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/12).

Disamping itu, promo yang diberikan operator juga berdampak pada pengemudi. Sebab, hal itu membuat pengemudi menjadi bekerja lebih lama dan membuat potensi keselamatan bisa terabaikan.

“Sekarang ini mereka nggak cukup uangnya, mereka lebih lama, dari 8 jam jadi 12 jam, bahkan lebih dari itu. Dia mencukupi dirinya saja nggak cukup. Belum lagi dia juga harus untuk yang lain seperti perawatan ban. Kalau diskon-diskon itu berkaitan dengan pengemudi, maka level of safety berkurang,” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : (hap/JPC)



Close Ads
Penjelasan Menhub Soal Aturan Baru Taksi Online Larang Beri Promo