alexametrics

Diramaikan Perajin Luar Jatim, Pameran Batik Incar Transaksi Rp 5 M

28 November 2019, 18:30:51 WIB

JawaPos.com – Batik punya tempat khusus di hati masyarakat Jawa Timur (Jatim). Karena itu, setiap kali menghelat pameran batik, PT Debindo Mitra Tama selalu kebanjiran peserta dari luar Jatim. Para peserta itu tidak mau ketinggalan berebut pasar yang potensial. Sebab, daya beli masyarakat Jatim terhadap produk fashion batik cukup tinggi.

Direktur Operasional PT Debindo Mitra Tama Boediono menyatakan, apresiasi masyarakat Jatim terhadap batik dan produk kerajinan tekstil lainnya sangat positif. Selain batik, publik menyukai bordir, tenun, dan songket.

“Hampir 40 persen peserta pameran berasal dari luar Jatim seperti Solo, Jogjakarta, dan Cirebon,” ujarnya Rabu (27/11).

Kali ini pameran lima hari itu diikuti 120 peserta. Mereka menghuni sekitar 200 stan. Boediono menargetkan transaksi selama pameran bisa mencapai angka Rp 5 miliar.

“Tapi, kami optimistis capaiannya bisa jauh lebih tinggi daripada target,” tegasnya.

Jenis dan harga kain batik yang dipamerkan sampai 1 Desember mendatang itu beragam. Ada batik tulis, cap, dan kombinasi keduanya. Harganya mulai ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah per potong.

“Jadi, produknya menyasar semua segmen,” tutur Boediono.

Pameran yang dibuka Rabu (27/11) itu juga menjadi persiapan bagi para perajin untuk menghadapi tantangan 2020. Terutama untuk memenuhi demand yang terus meningkat.

“Banyak desain baru yang bermunculan lewat pameran ini,” jelas Boediono.

Ketua Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) Wirasno menjelaskan, salah satu tema yang diangkat kali ini adalah Sustainable Fashion. Para perajin batik maupun masyarakat penyuka batik diajak untuk peduli terhadap lingkungan.

“Jadi, seperti mendorong pemakaian pewarna alam. Kemudian, memaksimalkan penggunaan perca-perca menjadi produk jadi,” paparnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/c14/hep)


Close Ads