alexametrics

Pengusaha Mal Sebut 1,5 Juta Karyawan Terancam Mandek Kerja

28 September 2020, 19:23:38 WIB

JawaPos.com – Pengusaha ritel dan pusat perbelanjaan yang tergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyebut, Covid-19 menggerogoti kinerja keuangan perusahaan. Kondisi ini berpotensi menyulitkan pengusaha mal untuk membayar operasional dan gaji pegawai.

Ketua Umum Hippindo Budiharjo Iduansjah memperkirakan, kondisi yang masih belum kondusif ini membuat 1,5 juta pegawai mal terancam kehilangan pekerjaannya. Kemungkinan akan dirumahkan atau dikenakan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Jumlah tenaga kerja di kami ada sekitar 3 juta. Nah, di mal itu kalau 50 persen itu terdampak, sudah pasti angkanya sebesar itu yang akan berkurang pendapatannya, maupun dirumahkan. Jadi, di 1,5 juta pegawai itu akan terjadi, dan itu belum termasuk keluarganya,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Senin (28/9).

Budi menuturkan, hingga saat ini sebanyak 90 pengusaha mal sudah melaporkan kinerja keuangannya. Dari laporan itu, ada 100.000 pegawai yang dirumahkan.

Sementara, jumlah peritel mal di Indonesia sendiri mencapai ribuan. “Kami anggap 1 shift. Karena kan biasanya 2 shift. Kami belum ada detail. Tapi kemarin sudah dapat angka dari anggota, tapi baru sampai di angka 100.000 pegawai,” imbuhnya.

Budi mengatakan, agar kemungkinan terburuk terhadap karyawan tidak terjadi, pengusaha membutuhkan uluran tangan pemerintah. Misalnya melalui pemberian stimulus, terutama subsidi gaji pegawai 50 persen kepada para pengusaha.

“Kami juga sudah bikin surat PEN kepada Pak Menko bahwa sektor konsumsi ini harus dijaga. Kalau sampai ini kena, pertahanan kita sudah tidak ada. Karena di sini adalah benteng terakhir, ritel,” ucapnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads