Seminar LIPI dan Korea, Bahas Perkembangan Limbah Sawit Untuk Biofuel

27/02/2018, 14:58 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
ASEAN-ROK Biofuel and IP Policy Consultation Seminar (Sachril Agustin)
Share this image

JawaPos.com - Indonesia gencar melakukan pengembangan teknologi biofuel. Melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), diselenggarakan seminar bersama dengan The Korean Invention Promotion Association (KIPA) untuk membahas upaya pengembangan teknologi biofuel di masa depan.

Seminar ini telah dilaksanakan kali ke dua. Membahas dan mengkaji perkembangan kebijakan biofuel dinamika kebijakan biofuel dan tren Intelectual Property (IP) terkait teknologi biofuel. Dalam seminar ini  juga dibahas beberapa perkembangan isu terkini. Diantaranya terkait perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap teknologi biofuel dan tantangannya di masa depan.

"Dengan seminar ini, diharapkan kolaborasi kedua negara mampu menumbuhkan kepedulian terhadap Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Hal ini akan menjadi fondasi kuat untuk mendorong kerja sama antar negara anggota ASEAN, Republik Korea, dan pelaku bisnis terkait," kata Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto, di hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa (27/2).

Melalui seminar ini diharapkan pula dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi setiap negara yang ikut serta menggagasan terkait penggunaan teknologi biofuel. Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI, Budi Prawara mengatakan, ada beberapa hal yang ingin dicapai melalui seminar ini. Diantaranya yaitu teknologi yang digunakan, regulasi yang diterapkan, dan IP. Seminar ini juga berupaya menemukan solusi cara mengurangi biaya produksi bioetanol.

"Dari seminar ini, kita ingin berdiskusi dan mencari pengalaman dari mereka. Kita ingin tau seperti apa model bisnisnya, karena bila sudah diketahui, kita bisa menciptakan model bisnis baru seperti untuk bahan bakar kendaraan atau lainnya. Dari sini juga nantinya akan terbentuk satu rumusan dan bisa terjalin kerjasama atau MoU. April mendatang, di Thailand, akan diadakan seminar ketiga," tuturnya.

 

(sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi