alexametrics

Okupansi Menurun, Pembangunan Hotel d Surabaya Bakal Diatur

27 Januari 2019, 11:30:04 WIB

JawaPos.com – Jumlah hotel di Surabaya semakin banyak. Setiap tahun peningkatannya luar biasa. Hal itu membuat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur mengeluh karena adanya penurunan okupansi.

Masalah tersebut ditanggapi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Antiek Sugiharto. Antiek menjelaskan, adanya penurunan okupansi tersebut harus dilakukan evaluasi. Nantinya, Pemkot Surabaya akan melakukan sistem zonasi pada pembangunan sebuah hotel di Kota Pahlawan.

“Harus dibagi hotel-hotel tersebut. Kalau memang diperlukan, nanti akan diterapkan menggunakan konsep tersebut (sistem zonasi),” kata Antiek dikutip Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Minggu (27/1).

Dia membenarkan adanya laporan terkait adanya penurunan jumlah kunjungan tamu di beberapa hotel. Menurutnya, masalah adanya penurunan jumlah kunjungan itu hanya sebagian saja. Di sisi lain ada juga hotel yang mengalami peningkatan jumlah tamunya.

“Pembangunan hotel di Surabaya hingga saat ini tidak merata, sehingga menyebabkan menurunnya jumlah kunjungan di hotel-hotel tertentu. Sementara di hotel lainnya, okupansinya justru naik,” katanya.

Ada beberapa penekanan pada penggunaan sistem zonasi. Antiek menyebut mulai dari segi jumlah kunjungan, jarak antara hotel satu dengan yang lainnya, jenis atau grade hotel (berbintang berapa), hingga melihat aktivitas masyarakat saat berkunjung ke Surabaya. Dari situ, bisa ditentukan lokasi mana saja yang perlu dan tidak perlu dibangun sebuah hotel.

“Jadi, itu bisa di utara kah, barat kah, atau di pusat kota. Kalau di wilayah tersebut sudah penuh dan dirasa sudah nggak perlu tambahan, ya tidak dibangun lagi. Aktivitas orang berkunjung di Surabaya itu dimana saja. Nah itu nanti kita tentukan,” jelasnya.

Antiek menambahkan, pengunjung hotel di Surbaya sebenarnya meningkat di setiap tahunnya. Pada 2018, jumlah peningkatan kunjungan mencapai 26 ribu. Naik signifikan bila dibandingkan dengan sebelumnya. Pada 2017 jumlah kunjungan sebanyak 20 ribu. Berarti selama setahun ada peningkatan 6 ribu kunjungan.

Saat ini, Pemkot Surabaya sudah selesai melakukan tahap evaluasi zonasi dan berkoordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.

“Kami sudah sampaikan ke Bappeko dan DCKTR untuk bahan pertimbangan selanjutnya,” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Okupansi Menurun, Pembangunan Hotel d Surabaya Bakal Diatur