JawaPos Radar

Merasakan Ramahnya Jogja dengan Konsep Menginap Ala Dormitory

26/08/2018, 12:52 WIB | Editor: Mochamad Nur
Merasakan Ramahnya Jogja dengan Konsep Menginap Ala Dormitory
Hostel berkonsep dormitory untuk dua orang yang menginginkan privacy (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Bagi anda yang kerap travelling tapi bermodalkan budget minim, tak ada salahnya jika mencoba menginap di hunian hostel dengan konsep dormitory atau dorm. Dalam konsep dormitory akan ada satu kamar berukuran besar yang diisi dengan beberapa kasur. Meski hunian ini telah populer di luar negeri, di Indonesia hunian berkonsep dorm juga sudah banyak ditemukan.

Salah satu konsep penginapan dormitory yang ada di Daerah Istimewa Jogjakarta adalah Yogyakartabnb (Yogyabnb). Dengan mengusung konsep homey dengan desain rustic dan vintage, sang pemilik bernama Mariza ingin tamu yang menginap di Yogya merasakan seperti sedang menginap di rumah saudara.

Di kamar dorm terdiri dari 12 kasur, kendati begitu Yogyakartabnb juga menyediakan 3 kamar private yang bisa ditempati 2 orang. Bagi yang merasa risih bergabung dengan orang yang belum dikenal, sangat memungkinkan jika ingin mencoba private room. Meski kamar mandi ada di luar, namun tak perlu khawatir sebab semuanya sangat bersih dan nyaman.

Merasakan Ramahnya Jogja dengan Konsep Menginap Ala Dormitory
Hostel berkonsep dormitory dengan 12 tempat tidur dalam satu kamar (Istimewa)

“Hostel kami berkonsep kekeluargaan, jadi jika menginap di sini, kami ingin tamu merasakan seperti sedang menginap di rumah saudara,” jelas Mariza saat dihubungi Jawapos.com beberapa waktu lalu.

Dalam dunia travelling, nama Mariza sudah tidak asing lagi. Ia sudah travelling hampir keliling dunia. Ia pun terinspirasi dari pengalamannya ketika tengah melakukan perjalanan. “Saat kami traveling, kami lebih ingin mencari pengalaman to live like a local, bukan kemewahan,” tuturnya.

Untuk itulah ia bersama rekannya sebisa mungkin tidak mengubah apapun yang ada di bangunan rumah yang letaknya tak jauh dari pusat keramaian Pasar Malioboro Yogyakarta. Mariza mengaku untuk furniture dan dekorasi sebagian besar merupakan hasil upcycled/recycled sendiri yang didapat dari lingkungan sekitar.

“Walaupun "hasil barang bekas" tapi kami pastikan tetap fungsional, nyaman dan bersih,” terangnya.

Dia menuturkan proses pembangunan Yogyabnb juga dilakukan sendiri dengan dibantu oleh kawan-kawan yang juga hobi traveling. Yogyakarta BnB didirikan oleh anak-anak muda Indonesia yang memang hobinya traveling. “Anggap saja, Yogyakarta BnB is a small project by travelers for travelers,” tuturnya.

Mariza mengatakan Yogyakarta BnB hanyalah salah satu bucket list yang ingin raih dalam hidup, selain karena memiliki hobi traveling ia juga ingin turut berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata Indonesia. “Kami menilai masih jauh di belakang dibandingkan negara tetangga. Sebuah projek iseng yang berhubungan dengan hobi kami,” jelasnya.

Dia mengaku pada awalnya hanya internasional travelers saja yang menginap di Yogyabnb, namun seiring dengan meningkatnya independent traveler di Indonesia tak jarang juga kedatangan tamu dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan lain-lain.

“Banyak dari tamu kami sebelumnya yang mereferensikan kami kepada teman-temannya. Namun secara general, 75 persen tamu kami adalah traveler dari manca negara, terutama dari Eropa,” ungkapnya.

Asal tahu saja, untuk harga per-dorm dipatok berbeda-beda, tergantung rate. Namun, untuk April 2018 hingga 20 Desember 2018 sudah punya harga tetap. Untuk kamar dorm dipatok Rp90 ribu per kasur per malam sedangkan private room Rp220 ribu per malam.

Beruntung, Jawapos.com sempat merasakan sensasi menginap di kamar dorm dengan harga Rp60 ribu per malam pada Januari 2018 lalu. Biaya itu sudah termasuk sarapan pagi dengan menu khas Yogya.

Selain itu, tamu juga dapat merasakan penginapan yang bersih, nyaman, aman dan bisa berinteraksi dengan tamu asal mancanegara. Poin penting lainnya adalah selain harganya yang terjangkau, Yogyakartabnb juga memiliki desain yang sederhana namun sangat instagrammable.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up