alexametrics

Pasokan di Tiongkok Menipis, Bahan Baku Alas Kaki Diambil dari Vietnam

26 Maret 2020, 18:15:18 WIB

JawaPos.com – Ketersediaan bahan baku menjadi masalah utama para pelaku industri sepatu dalam negeri. Khususnya Jawa Timur (Jatim). Sebab, pasokan dari Tiongkok menipis. Sementara itu, aktivitas ekonomi di Negeri Panda tersebut belum sepenuhnya pulih.

Kepala Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Heru Budi Susanto mengatakan bahwa pasokan bahan baku dari Tiongkok untuk industri sepatu tanah air sangat besar. Angkanya mencapai 80 persen. Antara lain, tekstil, biji plastik, bahan kimia untuk sol sepatu, dan tali sepatu.

“Dengan adanya virus korona ini, pasti berpengaruh terhadap performa bisnis kami,” tuturnya, Rabu (25/3).

Menurut Heru, momen perang dagang dan wabah Covid-19 bisa menjadi peluang untuk mencuri pasar yang selama ini didominasi Tiongkok. Namun, faktanya, industri alas kaki belum bisa memanfaatkannya. Sebab, bahan baku juga menipis.

“Kalau kami lihat data Aprisindo, sejak wabah Covid-19, produksi sepatu tanah air maupun Jatim telah berkurang 20 persen,” ucapnya.

Mengenai bahan baku, menurut dia, sejumlah perusahaan telah mengalihkannya ke Vietnam. Tetapi, harga bahan baku dari sana jauh lebih mahal.

“Jika dirata-rata, harga bahan baku alas kaki sekarang mengalami kenaikan sekitar 10 persen daripada tahun lalu,” jelasnya.

Heru mengungkapkan, produsen sepatu telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga. Salah satunya, membangun material center agar pengusaha bisa memesan bahan baku dari dalam negeri.

“Sejak ada virus korona, mayoritas perusahaan sepatu hanya memproduksi barang sesuai order,” katanya.

Selama ini pasar utama produk alas kaki Indonesia, termasuk Jatim, adalah Amerika Serikat (AS). Kemudian, disusul Tiongkok, Belgia, Jerman, Jepang, Kanada, dan Italia.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (car/c20/hep)



Close Ads