alexametrics

AP II Siapkan Terminal 2F Soekarno-Hatta Jadi Terminal Berbiaya Murah

26 Maret 2019, 09:23:01 WIB

JawaPos.com – Sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia, operator Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yakni PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mempersiapkan Terminal 2F menjadi low cost carrier (LCC). Persiapan untuk menjadikan Terminal 2F sebagai terminal yang menawarkan ketentuan tarif yang lebih murah ketimbang dengan terminal lain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah mendapat respons positif dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata.

“Hari ini kami (Kemenpar dan AP II) membahas bahwa kami akan secara formal mengoperasikan Terminal 2F sebagai LCCT pada 1 Mei mendatang.  Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden (Joko Widodo) yang kemudian diinstruksikan melalui Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan Menteri Pariwisata,” ujar Presiden Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Selasa (26/3).

Strategi menjadikan Terminal 2F sebagai LCC agar segmentasi setiap terminal berbeda. Khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang memiliki Terminal 1, 2, 3 dan sebentar lagi akan ada Terminal 4.

“Ditambah lagi akan dibangun terminal khusus umrah, sehingga perlu ada segmentasi setiap terminal.  Kami sudah melaporkan kepada menteri perhubungan dan responsnya positif,” jelas Awaluddin.

Dia juga menegaskan AP II telah melakukan pemaparan Terminal 2f Bandara Soekarno-Hatta ke Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurut Awaluddin, meminta tempat-tempat pendukung pariwisata Indonesia diperbanyak.

“Secara teknis tadi Pak Menpar minta pengalokasian parking stand dan contact stand maskapai khusus LCC minta ditambah dari yang ada saat ini. Karena kan untuk supporting pariwisata itu salah satu yang menambah volume inbound traffic atau foreign tourist arrivals dari LCCT,” jelasnya.

Hal teknis lain yang diprioritaskan adalah pelayanan simple yang tidak terputus. Sebab, para penumpang LCC kebanyakan budget traveler yang memang dari sisi waktu, biaya, kemudahaan, khususnya memerlukan kecepatan sampai ke lokasi tujuan. Layanan yang berbasis digitalisasi sangat membantu, disamping konsep layanan yang berbasis self service.

“Selain itu dari sisi udara pun, ground time LCC berbeda dengan full service carrier. Kalau LCC paling lama satu jam, sedikit sekali ground time,” tegas Awaluddin.   

“Tarif maskapai juga dimungkinkan tidak flat. Akan akan diferensiasi tarif, artinya dapat dinamis. Contohnya untuk maskapai yang landing atau take offnya pada malam hari, itu akan sangat berbeda dengan kalau mereka take off atau landing malam hari. Kenapa? kan kalau di malam hari okupansi traffic sedang turun. Sehingga kita juga bisa mengoptimalkan atau mengutilisasi terjadinya peningkatan alat produksi kita yang sebelumnya idle,” katanya.    

Sementara itu, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta  Febri Toga Simatupang menambahkan, saat ini, flow keberangkatan domestik dan internasional untuk terminal LCC  sedang dalam proses pengerjaan. Mulai dari konter Imigrasi,  flow kedatangan, ruang Karantina Ikan, ruang Aviation Secutity, ruang custom, ruang Karantina Hewan dan Tumbuhan, perkantoran ground handling dan K9 custom, serta pemasangan karpet pada terminal tersebut.

“Untuk diketahui Terminal 2  terdiri dari tiga sub terminal, yakni D,E dan F. Terminal 2D menjadi  terminal domestic.  Sedangkan terminal 2E sebagian menjadi terminal domestik dan sebagian LCC dengan Terminal 2F,” kata Febri.

Pada Terminal LCC ini, nantinya akan ada 10 maskapai yang beroperasi. Dalam waktu dekat, akan ada dua maskapai lagi yang bergabung yakni Indigo dari India dan Zandong dari Tiongkok.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan, kedatangannya ke gedung Airport Operation Control Center atau AOCC dalam rangka mempersiapkan akses udara untuk mencapai target 20 juta wisman. “Khususnya persiapan untuk mengoperasikan LCCT, karena tanpa ada LCCT sulit target tersebut tercapai. Untuk diketahui pertumbuhan LCC di dunia itu mencapai 20 persen. Sedangkan yang full service carrier itu hanya 5 persen.  Kita mulai dari Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Diharapkan pada Mei sudah benar-benar fully operation,” tandasnya.

Editor : Saugi Riyandi



Close Ads
AP II Siapkan Terminal 2F Soekarno-Hatta Jadi Terminal Berbiaya Murah