JawaPos Radar

Pengembangan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Kawasan Industri

26/03/2017, 20:57 WIB | Editor: Mochamad Nur
Pengembangan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Kawasan Industri
Pusat pengolahan air limbah di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kebijakan pemerintah menggenjot pengembangan infrastruktur memberi suntikan optimis kalangan pebisnis, termasuk pengeloal kawasan industri. Selain itu, langkah pemerintah memberi  stimulus  kepada kalangan investor diyakini  bisa mendorong masuknya investasi ke Indonesia ditengah tekanan perekonomian global.

"Rencana pengembangan infrastruktur transportasi yang melintas kawasan industri Jababeka akan semakin memudahkan akses para pelaku industri yang telah beroperasi di sini," ujar Direktur PT Jababeka Tbk, Sutedja S. Darmono terkait rencana pengembangan jalan tol layang Cikampek dan kereta api cepat dalam waktu dekat.

Dia menjelaskan,  bahwa sejak beroperasi tahun 1989, kawasan industri Jababeka telah melayani 1.650 perusahaan lokal maupun multinasional dengan total pekerja mencapai 730.000 pekerja.

Menurutnya, rencana pengembangan tol layang yang melintas di jalan tol Cikampek, pembangunan kereta cepat dan kereta ringan akan memudahkan akses transportasi  investor yang berinvestasi di jababeka.

Menurutnya, saat ini kehadiran perusahaan-perusahaan  besar seperti Mattel, Unilever, Samsung, L’Oreal, Kao, AkzoNobel, Kawan Lama, telah  berkontribusi meyakinkan investor baru untuk menanamkan modal di Indonesia.

 “Pengembangan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan progress yang sangat baik bagi kawasan industri Jababeka," imbuh Sutedja.

Pembangunan infrastruktur di kawasan menjadi kunci dinamisnya perkembangan kawasan industri Jababeka. Infrastruktur dalam kawasan dikembangkan secara inhouse, seperti pembangkit listrik (power plant) berdaya 130 MW yang dikelola oleh PT Bekasi Power, anak usaha PT Jababeka Tbk. 

Selain pembangkit listrik, Jababeka juga mengembangkan fasilitas logistik yang melayani kegiatan ekpor-impor selain distribusi domestik, yaitu Cikarang Dry Port. Cikarang Dry Port merupakan yang pertama dan satu-satunya Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) di Indonesia, yang memungkinkan aktivitas bea cukai ekspor-impor dapat diselesaikan dalam kawasan industri Jababeka. 

Kawasan Industri Jababeka juga termasuk kawasan yang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan program Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang diluncurkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.  

"Program ini sangat membantu investor yang akan berinvestasi di Indonesia. Kita sangat mendukung  programseperti ini," papar Sutedja.(nas/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up