alexametrics

Forkas Jatim Akui Penerapan Prokes Susutkan Kapasitas Produksi Pabrik

26 Januari 2021, 17:27:44 WIB

JawaPos.com – Persebaran virus SARS-CoV-2 membatasi aktivitas masyarakat. Termasuk aktivitas produksi sejumlah besar sektor industri. Sepanjang 2020, nyaris tidak ada pabrik yang menambah kapasitas produksi mereka.

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur Eddy Widjanarko mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memengaruhi kinerja industri. Tidak hanya di Jatim, tapi juga di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sektor industri alas kaki, kayu, rotan, dan garmen di Jatim, menurut dia, tidak mendapatkan investasi baru.

“Pabrik yang sudah ada sekarang prioritasnya adalah bertahan,” kata Eddy Senin (25/1). Saat ini, menurut dia, kapasitas produksi sebagian besar pabrik yang masih bertahan hanya 50 persen. Penerapan protokol kesehatan ketat yang mewajibkan pabrik menerapkan jarak minimal antar pekerja juga menyusutkan kapasitas produksi.

Eddy mencontohkan pabrik alas kaki. Aktivitas produksi di sana bersifat padat karya. Artinya, semakin banyak karyawan yang bekerja, kian banyak pula output produknya. Karena menerapkan protokol kesehatan, mau tidak mau, jumlah karyawan yang terlibat dalam sesi produksi berkurang.

“Sekarang kami atur di tiap line, jadi layout bisa selang-seling,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jatim Difi Ahmad Johansyah mengatakan bahwa pembatasan mobilitas memang terkait erat dengan bisnis. Berdasar laporan perekonomian Provinsi Jatim diketahui bahwa saat pembatasan mobilitas dicabut, ada peningkatan demand. Sejalan dengan itu, kapasitas produksi pun bertambah. Demikian pula tingkat investasi.

Kendati masih terkontraksi, kinerja investasi Jatim pada triwulan III 2020 tercatat minus 5,47 persen (YoY). Itu lebih baik ketimbang catatan triwulan II 2020 yang minus 7,55 persen (YoY).

“Peningkatan tecermin dari kembali dimulainya keberlanjutan investasi sektor-sektor utama penopang perekonomian Jatim. Yakni, lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi,” paparnya.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/c6/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads