alexametrics

Setelah Anjlok di 2018, Harga CPO Diharapkan Pulih Tahun Ini

26 Januari 2019, 15:04:09 WIB

JawaPos.com – Sepanjang 2018, Kaltim berhasil mencatatkan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sebanyak 14 juta ton. Jumlah itu menunjukkan kinerja yang cukup baik untuk Bumi Etam. Pada 2019, diprediksikan produksi TBS meningkat hingga 20 persen dari tahun lalu. Peningkatan produksi ini diharapkan sejalan dengan peningkatan harga TBS.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, sebenarnya produksi kelapa sawit setiap bulannya mengalami fluktuatif, bergantung pada cuaca.

Namun secara tahunan, produksi kelapa sawit terus meningkat. Pada 2014, produksinya baru 9,62 juta ton. Pada 2015 menjadi 10,81 juta ton. Kemudian 2016 kembali naik menjadi 11,41 juta ton, dan 2017 menjadi 13,16 juta ton. Tahun lalu sudah mencapai 14 juta ton.

“Pada, November dan Desember 2018 produksi TBS sangat banyak. Bahkan, banyak TBS masyarakat yang tidak mampu diolah. Sehingga menimbulkan permasalahan karena pabrik tidak mampu menyerap seluruh hasil panen masyarakat,” katanya seperti dikutip Kaltim Post (Jawa Pos Group), Sabtu (26/1).

Dia mengatakan, targetnya pada 2019 produksi TBS meningkat 10-20 persen. Peningkatan produksi tentunya harus sejalan dengan kenaikan harga TBS.  Sepanjang 2018, harga TBS mengalami penurunan. Pada Januari 2018 harga TBS mencapai Rp 1.610 per kilogramnya, terendah pada November mencapai Rp 1.145 per kilogram. “Harga yang ditetapkan tersebut, ada dasar perhitungannya,” jelasnya.

Menurutnya, harga CPO ditentukan oleh harga pasar dari supply dan demand. Penurunan harga CPO sepanjang 2018 berdampak pada harga TBS. Namun, fluktuatifnya harga CPO dan TBS merupakan hal wajar.

“Karena itu bergantung mekanisme pasar. Kelihatannya saja itu ditetapkan, tapi perhitungannya tetap dari komponen harga di pasaran,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tahun ini harga CPO diprediksi masih tertekan. Namun, lebih longgar dari 2018. Beberapa faktor yang bisa membantu harga CPO menguat antara lain potensi meningkatnya permintaan minyak sawit di dalam negeri, dari suplai bahan baku biodiesel. Sehingga tahun ini, ada kemungkinan harga CPO jauh lebih baik. Hal itu tentunya sejalan dengan prediksi peningkatan produksi TBS Kaltim.

“Tekanan harga pasti ada namun tidak setiap bulan, pasti ada bulan tertentu harga TBS meningkat. Sehingga produksi tetap difokuskan terus bertambah,” pungkasnya. 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : JPG

Setelah Anjlok di 2018, Harga CPO Diharapkan Pulih Tahun Ini