JawaPos Radar

Minyak Bumi Mau Habis, Gus Falah Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

26/01/2018, 10:34 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Minyak Bumi Mau Habis, Gus Falah Dorong Penggunaan Energi Terbarukan
Gus Falah Amru (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru ingin memaksimalkan penggunaan energi nasional. Menurutnya, kondisi energi nasional saat ini tidaklah ramah lingkungan.

"Lebih dari 90 persen energi yang kita pakai berasal dari fosil yang semakin berkurang keberadaannya dan terbukti sebagai faktor terjadinya perubahan iklim," kata Gus Falah di Kantor DPP Taruna Merah Putih, Jakarta, Kamis (25/1).

Sekjen Bamusi DPP PDIP ini menambahkan, jumlah penduduk Indonesia sangatlah besar, yakni lebih dari 250 juta jiwa. Dari banyaknya jumlah penduduk Indonesia saat ini, diperlukan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Minyak Bumi Mau Habis, Gus Falah Dorong Penggunaan Energi Terbarukan
PLTA (Dok. Jawapos.com)

"Diperlukan energi yang ramah lingkungan. Pertumbuhan kebutuhan energi listrik sekitar 8 persen per tahun. Ini berakibat terjadi peningkatan energi yang signifikan sekitar 7.000 MW per tahun," terangnya.

Menurutnya, diperlukan adanya intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi untuk menjamin keberlangsungan, kedaulatan, dan ketahanan energi saat ini dan di masa yang akan datang. Mengacu Keputusan Menteri ESDM (Kepmen ESDM) Nomor 1415/K/20/MEM/2017, hal ini merupakan landasan dalam menyikapi pengelolaan energi nasional.

"Melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN) juga yang ditetapkan 17 Oktober 2014 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014, KEN merupakan pedoman untuk memberi arah pengelolaan energi nasional guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional," terangnya.

Dari KEN ini, Gus Falah mengungkapkan pada 2025, peran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) paling sedikit 23 persen dan pada 2050, hanya 31 persen. Kemudian, untuk minyak bumi, kurang dari 25 persen pada 2025 dan di 2050 menjadi kurang dari 20 persen.

"Sementara peran batubara minimal 30 persen pada 2025 dan minimal 20 persen pada 2050. Untuk gas bumi sendiri, pada 2025 perannya minimal 22 persen dan di 2050, minimal 24 persen," pungkasnya.

(ce1/sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up