JawaPos Radar

Menkop dan UKM Tantang Bukalapak Jaring 5 Juta Pelapak

25/11/2017, 21:27 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Kopdar Bukalapak
Menkop dan UKM AAGN Puspayoga (paling kiri) menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara Dirut LLP Kemenkop dan UKM Emilia Suhaimi (tengah) dan CEO Bukalapak Achmad Zaky saat acara Kopdar Bukalapak di Lapangan Aldiron, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Realisasi pemerintah dalam mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UKM) semakin nyata. Hari ini (25/11), Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga menandatangani nota kesepahaman dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Nota kesepahaman itu dibuat sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku UKM yang memanfaatkan platform digital seperti Bukalapak untuk menjual produk mereka. “Kini UKM itu sudah menjadi backbone perekonomian bangsa. Oleh karena itu kita serius dan mendukung bagi para pelaku UKM untuk sama-sama membangun kemandirian ekonomi bangsa," papar Puspayoga sat menghadiri acara Kopi Darat (Kopdar) Bukalapak di Lapangan Aldiron, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11).

Dia bahkan menantang Bukalapak agar bisa memperbanyak jumlah pelapak hingga lima juta UKM hingga akhir 2018 mendatang. Pasalnya, menurut dia, Bukalapak memiliki perkembangan yang bagus. "Ini luar biasa perkembangannya. Bisa nggak tahun depan tembus empat sampai lima juta?" ucap Puspayoga.

Pada kesempatan yang sama, Puspayoga juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara Dirut Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kemenkop dan UKM Emilia Suhaimi dan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Emilia Suhaimi menyatakan dukungannya bagi para pelaku UKM untuk dapat sama-sama memanfaatkan gedung SMESCO menjadi etalase dan memamerkan produk mereka di sana. “Untuk itu kita membuat nota kesepahaman dengan Bukalapak, tujuannya agar barang-barang Best Seller yang ada di Bukalapak dapat turut serta dipamerkan dan dijual di Gedung SMESCO Jakarta, yang menjadi ruang pamer bagi produk-produk kreatif dan UKM,” tutur Emilia.

Ke depan, pihaknya akan meminta data kepada Bukalapak dan seluruh platform digital sejenis untuk dikurasi lagi. "Langkah ini akan menjadi lebih efisien mengingat produk-produk laris tersebut pasti akan laku kami jual di Gedung SMESCO,” pungkasnya.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up