JawaPos Radar

Lewat Pengembangan EBT, Porsi Energi Primer Berhasil Diturunkan

24/12/2017, 13:53 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Lewat Pengembangan EBT, Porsi Energi Primer Berhasil Diturunkan
Ilustrasi PLTA (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah fokus untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Fokus ini terlihat dari meningkatnya porsi EBT untuk pemakaian energi primer pada Triwulan III-2017.

Dari data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, tercatat porsi bauran energi primer triwulan III-2017 untuk BBM adalah 6,06 persen, sementara pada periode yang sama di tahun lalu, ada di angka 7,10 persen. Angka itu sudah termasuk Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai campuran BBM, yang memberikan porsi 0,42 persen terhadap total bauran energi primer pembangkit.

"Bila dibandingkan dengan tiga tahun lalu, porsi BBM pada bauran energi primer pembangkit 2014 adalah 11,81 persen, sementara untuk EBT 11,21 persen. Untuk penggunaan BBM untuk bahan bakar pembangkit ini sempat mendominasi hingga 36 persen di tahun 2008," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama ESDM, Agung Pribadi d Jakarta, Minggu (24/12).

Agung menambahkan, hal ini dihitung dari realisasi produksi listrik yang dihasilkan oleh tiap energi primer yang terdiri dari BBM ditambah BBN (gas, batubara, dan EBT). Hingga triwulan III tahun ini, dihasilkan listrik sebesar 186.699 Giga Watt hour (GWh) baik dari PLN maupun IPP (Independent Power Producer).

"Adapun volume BBM untuk pembangkit PLN hingga triwulan ketiga ini mencapai 2,54 juta Kiloliter (KL) atau setara untuk memproduksi listrik sebesar 8.976 GWh," tegasnya.

Di sisi lain, porsi EBT dalam bauran pembangkit ini meningkat cukup signifikan bila dibandingkan tahun sebelumnya. Contohnya, energi hydro, panas bumi dan EBT lainnya menyumbangkan porsi 12,51 persen. Hal ini meningkat dari tahun sebelumnya dan lebih tinggi dari yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBN-P) 2017, yakni sebesar 11,96 persen.

Dilaporkan juga realisasi produksi listrik dari pembangkit EBT, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mencapai 13.593 GWh. Sedangkan, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebesar 9.324 GWh, dan pembangkit EBT lainnya 456 GWh.

(sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up