alexametrics

Kinerja Mitratel Diramalkan Positif Seiring Perkembangan Jaringan 5G

24 November 2021, 17:17:02 WIB

JawaPos.com – Anak usaha BUMN yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel disebut memiliki potensi pertumbuhan kinerja keuangan yang pesat dalam jangka panjang. Apalagi, para operator telekomunikasi berencana ekspansi jaringan secara agresif khususnya di luar Jawa, dimana 57 persen tower Mitratel juga berada di luar Jawa.

Analis Verdhana Sekuritas Indonesia Nicholas Santoso mengatakan, peluang bertumbuh tersebut didukung oleh posisi perseroan yang memiliki menara telekomunikasi terbanyak dan tersebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. “Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut mempunyai kejelasan rencana pengembangan bisnis, baik melalui akuisisi (anorganik) maupun organik disertai keunggulan lokasi tower,” kata Nicholas Santoso dalam risetnya yang diterima oleh JawaPos.com, Rabu (24/11).

Menurutnya, sejauh ini Miratel siap menangkap peluang dalam menyambut era 5G karena lebih dari 50 persen menara Mitratel bersifat fiber-ready. Dengan dukungan fiberisasi Mitratel juga dapat mengembangkan portfolio lain diantaranya edge computing dengan memanfaatkan space yang ada.

Selain itu, perseroan juga dinilai memiliki potensi pertumbuhan organik yang pesat dalam jangka panjang, seiring masih besarnya potensi penyewaan menara telekomunikasi di Indonesia. “Kami memberikan outlook positif terhadap bisnis menara telekomunikasi di Indonesia, seiring dengan pesatnya pertumbuhan trafik data di dalam negeri dan sejalan dengan mulai diterapkannya 5G. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap Mitratel,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dukungan peluang pertumbuhan kinerja Mitratel juga didukung oleh posisi perseroan sebagai penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Posisi tersebut menghasilkan potensi pertumbuhan, khususnya bersumber dari co-location (co-lo) yang tersebar di berbagai daerah.

Hingga Agustus 2021, Mitratel tercatat memiliki 28.030 menara telekomunikasi dengan 42.016 penyewa. Angka tersebut menunjukkan rasio kolokasi 1,5 kali. Menara perseroan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan komposisi 57,3 persen menara berada di luar Pulau Jawa.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads