alexametrics

Ninja Xpress Ajak UKM Bangkit di Era Pandemi Lewat Aksilerasi

24 September 2020, 15:31:37 WIB

JawaPos.com – Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang telah menghambat laju perekonomian, perusahaan logistik Ninja Xpress pun berniat menggerakkan usaha kecil dan menengah (UKM) masuk ke ekonomi digital Indonesia. Hal yang dilakukan adalah dengan meluncurkan program Aksilerasi yang akan berlangsung selama 3 sampai 4 bulan.

Country Head Ninja Xpress Ignatius Eric Saputra pun menuturkan, program ini bertujuan untuk mempercepat perkembangan kapasitas dan kapabilitas UKM agar dapat bersaing di pasar digital. Menghadapi berbagai tantangan bisnis serta beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah sejak pandemi melanda.

“Untuk bertahan dalam badai bisnis akibat pandemi, UKM lokal memerlukan pendampingan atau mentorship yang intensif, agar siap sedia terjun ke pasar digital sesegera mungkin. Sebagai komitmen kami untuk UKM negeri, program Aksilerasi  ini kami hadirkan agar dapat mengakselerasi kemampuan mereka dalam berbisnis online sesingkat 3 bulan,” ungkapnya dalam webinar Peluncuran Program Aksilerasi Ninja Xpress, Kamis (24/9).

Kemudian, CMO Ninja Xpress Andi Joewarsa juga menambahkan, program ini merupakan program khusus UKM dari Ninja Xpress yang didesain dalam bentuk rangkaian pelatihan bisnis secara komprehensif, mendalam, sistematis, terstruktur dan aplikatif secara online dan tanpa biaya.

Melalui rangkaian kelas online workshop dan daily coaching oleh mentor dari kalangan profesional, program Aksilerasi ini akan diikuti oleh 20 UKM dari berbagai industri mulai dari pakaian, kebutuhan anak, hingga perlengkapan rumah.

Pada program Aksilerasi batch I yang akan berjalan selama 3 Bulan dari 22 September – 22 Desember 2020, terdapat 12 materi pelatihan yang akan dibawakan oleh 10 mentor berpengalaman di bidangnya.

“Angkatan pertama kita ambil 20 dulu dan dengan harapannya bisa dengan 20, ini pendampingan dapat terus berlanjut. Mudah-mudahan bisa mudah naik kelas dan membawa dampak positif, jadi bagaimana kita memiliki skalabilitas dan berlanjutan,” ujarnya.

Adapun, peserta dibagi dalam klasterisasi sesuai omset perusahaan per tahun, tingkat engagement rate media sosial, jumlah anggota tim/karyawan.

Untuk klasterisasi skala bisnis UKM dibagi menjadi tiga. Yang pertama Klaster A, yakni UKM dengan omset lebih dari Rp 1 miliar per tahun yang akan fokus untuk bertemu dan melakukan presentasi bisnis kepada calon investor. Kedua, Klaster B, di mana UKM dengan omset Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar per tahun yang akan berfokus membuat kampanye di media massa hasil kolaborasi antara peserta, Ninja Xpress, dan pemangku kepentingan lainnya sesuai kebutuhan.

“Terakhir, Klaster C yaitu UKM dengan omset di bawah Rp 500 juta per tahun dan akan berfokus pada pembuatan kampanye pemasaran (event) digital hasil kolaborasi antara peserta dan Ninja Xpress serta pemangku kepentingan lainnya sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Hasil akhir yang diharapkan pada program Aksilerasi adalah setiap UKM akan naik kelas ke klaster selanjutnya. “Untuk parameter sukses, nomor 1 kita akan melihat klasterisasi untuk masing-masing mitra UKM kita, apakah omsetnya naik, follower di sosmed naik, itu indikator bahwa mereka bisa menciptakan service dan produk-produk mereka itu lebih baik. Lalu kita lihat apakah juga jumlah tenaga kerja yang ditarik itu naik atau turun,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads