JawaPos Radar

Proyek Infrastruktur Dimoratorium, Anggota DPR Malah Bilang Begini

24/02/2018, 14:50 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Proyek Infrastruktur Dimoratorium, Anggota DPR Malah Bilang Begini
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman (Hana Adi/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Awal 2018 sepertinya bukan jadi momen yang baik bagi proyek infrastruktur pemerintah. Pasalnya, selama rentan waktu Januari hingga Februari ini saja sudah terjadi lima kecelakaan infrastruktur akibat kegagalan pembangunan.

Menilik kembali di awal 2018, tepatnya pada Selasa (2/1), Beton girder proyek Jalan Tol Depok-Antasari roboh akibat tersenggol alat berat. Proyek ini dikerjakan PT Citra Marga Nusaphala Tbk melalui anak usahanya PT Citra Waspphutowa dan bekerja sama dengan PT Girder Indonesia. Kecelakaan ini menjadi yang pertama menyambut tahun anjing tanah.

Selanjutnya, pada Rabu (22/1), insiden kecelakaan di proyek strategis nasional kembali terjadi. Kali ini, beton grinder untuk proyek light rapid transit (LRT) di Jalan Kayu Raya, Pulo Gadung, Jakarta Timur, roboh.

Proyek Infrastruktur Dimoratorium, Anggota DPR Malah Bilang Begini
box girder Depok-Antasari roboh (Dok. Jawapos.com)

Memasuki awal Februari, tepatnya pada Minggu, (4/2), crane pengangkut beton proyek double-double track (DDT) di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat, roboh. Kecelakaan ini menyebabkan empat pekerja proyek tewas sementara sejumlah pekerja lain mengalami luka.

Melihat kecelakaan-kecelakaan tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR, Azam Azman mengatakan jika pihaknya telah mengingatkan pemerintah agar melakukan moratorium sementara sejumlah proyek infrastruktur. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk melakukan evaluasi.

"Oleh karena itu tanggal 6 Februari menyampaikan untuk menghentikan sementara sampai pemerintah mampu menyelesaikan," ujarnya dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (24/2).

Sayangnya, imbauan dari pihak DPR tak ditanggapi serius oleh pemerintah. "Tapi pemerintah tidak serius dan abai sehingga terjadi lagi di Becakayu," sambungnya.

Andai ditindaklanjuti dengan serius, Azam optimis kecelakaan di proyek becakayu tidak akan terjadi. Namun demikian, dirinya tidak ingin menyalahkan pemerintah seutuhnya.

Pasalnya, saat ini sejumlah proyek infrastruktur telah dilakukan moratorium sementara. Harapannya, periode tersebut bisa dioptimalkan untuk evaluasi. "Oleh karena itu walaupun terlambat tapi sudah benar. Harus dihentikan sementara," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up