alexametrics

Apindo Sebut Retail Modern Tak Bisa Mematikan Tradisional

23 November 2018, 10:07:08 WIB

JawaPos.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan, industri Retail tradisional masih memiliki ruang untuk terus bertumbuh. Hal tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 yang menyebut sektor Retail memiliki kontribusi 15,24 persen terhadap PDB degan penyerapan tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81 persen dari tenaga kerja non pertanian.

Selain itu, lanjutnya, distribusi toko Retail Indonedia 2017 masih didominasi oleh toko tradisional sebesar 82,3 persen. Data ini memperlihatkan masih agresifnya strategi pembukaan toko retail tradisional yang dinilai lebih efektif.

Direktur Asosiasi Pemgusaha Indonesia (Apindo) Agung Pambudhi memandang, saat ini para retail tradisional maupun modern dapat membangun sinergi satu sama lain. Karena retail tradisional terdapat ciri khas yang tidak dimiliki oleh retail modern.

“Bagaimana membuat ritel tradisional mampu bersinergi. Sekarang eranya sinergi keseluruhan pemain bukan saling mematikan,” ujarnya di Ice BSD, seperti diberitakan Jumat (23/11).

Agung menuturkan, jika dilihat dari sebaran toko tradisional tidak ada yang saling mendominasi. Pasalnya, secara frekuensi belanja antara retail tradisional maupun modern cenderung seimbang.

“Penduduk mengunjungi toko tradisional 2 hari sekali dibandingkan penduduk yg membeli di pedagang dorong sayuran dimana hampir 1,5 kali frekuensinya. Interaksi sangat luas dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sentuhan yang dilakukan oleh retail tradisional, kata Agung, terkait dengan pola humanis dalam berinteraksi antara pembeli dan penjual. Hal ini bukan hanya di pasar Indonesia saja, namun juga di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika.

“Ada nilai interaksi nggak hanya di Indonesia, tapi Eropa dan Amerika juga ada pasar tersendiri. Dekat dengan konsumen. Kalau seandainya 3,5 juta dimiliki rumah dihuni 5 anggota keluarga, tiap 15 rumah ada 1 ritel tradisional jumlah yg luar biasa. Sangat dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Agung menambahkan, saat ini banyak peritail tradisional maupun UKM yang akhirnya mampu meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka karena mendapatkan bantuan dan dukungan dalam hal penerapan sistem retail modern skala terbatas, seperti penataan barang, kontrol inventaris barang, pencatatan penjualan dan keuangan, serta dukungan IT sederhana.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (mys/JPC)

Apindo Sebut Retail Modern Tak Bisa Mematikan Tradisional