alexametrics

Ditutup Sementara, Pasar Tanah Abang Merugi Rp 200 Miliar per Hari

Imbas Kerusuhan Aksi 22 Mei
23 Mei 2019, 13:30:03 WIB

JawaPos.com – Pasca kerusuhan buntut ketidakpuasan hasil pilpres 2019 yang terjadi 21-22 Mei, hingga hari ini, Kamis (23/5), Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta belum juga beroperasi. Aktivitas perdagangan terpantau belum kembali normal.

Saat dikonfirmasi, ‎Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, Pasar Tanah Abang ditutup sementara sampai dengan 25 Mei 2019 mendatang. Penutupan ini mulai dari Blok A sampai dengan Blok G.

“Jadi, sejak pagi kami pantau akses ke lokasi masih banyak sisa puing, bekas bakaran ban dan pecahan kaca. Karenanya, pedagang masih memilih untuk tetap tutup sementara,” ujar Arief dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com, Kamis (23/5).

Walau begitu, menurutnya, sejak awal tidak ada instruksi dari Pasar Jaya untuk pedagang menutup toko mereka. Pedagang memang memilih menutup sementara hingga situasi benar-benar kondusif.

Apalagi hingga Kamis (23/5) dini hari aksi massa di depan Gedung Bawaslu terus terjadi. Kondisi di wilayah sekitar pusat Jakarta masih belum benar-benar aman terkendali.

Arief menambahkan, hingga kini penjagaan di wilayah Pasar Tanah Abang juga terus diperketat. Ini mengingat lokasinya berdekatan dengan pusat unjuk rasa.

Kericuhan Polisi dan massa demonstrasi penolakan rekapitulasi suara Pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Sejumlah aparat TNI juga masih membantu pengamanan di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut. “Yang paling penting itu sifatnya koordinasi, baik dengan aparatur dan instansi setempat. Begitu kondisi dinilai sudah aman dilalui, maka para pedagang akan kami infokan, baik dari organisasi dan himpunannya,” katanya.

Arief menyatakan dengan ditutup sementara Pasar Tanah Abang, kerugian semua pedagang dapat mencapai ratusan miliar rupiah. Pasalnya secara keseluruhan jumlah pedagang mencapai 14 ribu pelapak.

“Kalau potensi kerugian, kurang lebih Rp 200 miliar setiap hari,” imbuhnya.

Potensi kerugian yang mencapai ratusan miliar rupiah itu lantaran pada bulan Ramadan ini biasanya terjadi peningkatan jumlah pembeli di Pasar Tanah Abang.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua