alexametrics

Soal Mall Sepi, Data Erwin Aksa Dipertanyakan

23 Maret 2019, 20:56:47 WIB

JawaPos.com – Stefanus Ridwan, ketua umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI, membantah komentar pengusaha Erwin Aksa yang menyebutkan dalam 4,5 tahun terakhir mall-mall menjadi sepi karena sulitnya berusaha dan lapangan kerja.

“Data dari mana itu? Tidak seperti itu, kita sampai 2016 kemarin performa baik sekali, memang sejak 2017 ada yang namanya disrupsi. Tapi bukan karena daya beli yang turun. Itu gara-gara prioritas konsumen berubah dari tadinya belanja barang, berubah ke leisure,” ujar Stefanus yang juga merupakan Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, ketika dihubungi Sabtu (23/3).

Komentar mall menjadi sepi diungkapkan Erwin dalam acara deklarasi Aliansi Pengusaha Nasional mendukung pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno Kamis (21/3) lalu.

Stefanus, yang grup Pakuwonnya merupakan pengelola Gandaria City dan Kota Kasablanka menambahkan, saat ini terjadi disrupsi teknologi yang mengakibatkan perubahan pola konsumsi masyarakat dan gaya hidup.

“Prioritas konsumen berubah, mereka yang dari tadinya belanja barang di mall, berubah menjadi belanja barang leisure,” ujarnya.

Sekjen APPBI bulan Desember tahun lalu pernah menyebutkan tingkat kunjungan masyarakat ke mall dan pusat perbelanjaan justru naik 20 persen karena banyak pengunjung datang ke mal bukan hanya untuk berbelanja, tapi untuk tempat leisure dan hang out.

Stefanus juga mengomentari tutupnya banyak department store di Indonesia belakangan ini juga terjadi di luar negeri.

“Fenomena itu bukan gara gara ekonominya nggak jalan atau daya beli kurang. Memang hari ini sudah tidak jamannya lagi ada departemen store. Diluar negeri pada tutup semua. Yang ada itu mini anchor kayak Uniqlo, H&M, Zara,” ungkapnya.

Mini anchor adalah pusat perbelanjaan kecil untuk satu brand khusus yang menempati area tidak terlalu besar, yakni sekitar 1.000-2.000 meter persegi, jauh dibandingkan departemen store yang bisa sampai 15.000-20.000 meter persegi. “Orang datang mau cari brandnya,” ujarnya.

“Jadi sekali lagi, ini semua adalah karena disrupsi, mereka yang mau berubah yang bisa bertahan, bukan karena ekonomi turun,” kata Stefanus. 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Khafidul Ulum

Copy Editor :

Soal Mall Sepi, Data Erwin Aksa Dipertanyakan