alexametrics

Era 4.0, Industri Tekstil dan Fashion Jangan Sekadar Jadi Tukang Jahit

23 Maret 2019, 11:21:26 WIB

JawaPos.com – Era industri 4.0 menuntut dunia fashion untuk berkembang cepat dan kreatif memenuhi kebutuhan pasar. Kreativitas desainer dan para pelaku industri fashion tak lepas dari industri tekstil yang juga harus meningkatkan teknologinya. Ini mencakup kemampuan mesin dengan teknologi yang presisi, cepat, murah dan mudah dalam operasionalnya serta ramah lingkungan. Harapannya harga produk menjadi lebih efisien dan mampu bersaing.

Peraga Expo kembali menggelar pameran industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) terintegrasi bertaraf internasional terlengkap yakni Indo Intertex-Inatex-Indo Dyechem-Indo Texprint 2019. Keempat pameran ini saling terkait sebagai satu kesatuan.

Indo Intertex menampilkan berbagai permesinan dan peralatan untuk industri tekstil dan garmen, Inatex menampilkan bahan baku serat, benang, kain, aksesoris dan produk fashion serta produk Industri Nonwoven, Indo Dyechem menampilkan kimia tekstil, peralatan proses pewarnaan dan finishing, Indo Texprint menampilkan mesin-mesin cetak tekstil digital.

Pameran yang akan digelar di Jakarta International Expo-Kemayoran Hall A, C, dan D selama 3(tiga) hari pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2019 ini mengambil tema ‘Investasi Menyambut Making Indonesia 4.0’. Pelaku bisnis harus melakukan transformasi menghadapi era Industri 4.0.

“Pameran Indo Intertex-Inatex – Indo Dyechem-Indo Texprint 2019 adalah platform procurement, sourcing dan networking untuk mengeksplorasi bisnis, apalagi permintaan produk fashion di masyarakat terus berkembang,” ujar Ketua Penyelenggara Pameran dan Direktur Peraga Expo, Paul Kingsen dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/3).

Pada penyelenggaraan pameran yang sama pada tahun 2017, tercatat transaksi bisnis di antara peserta pameran mencapai angka USD 75 juta dan pada tahun 2018 mencapai USD 120 juta. Pada pelaksanaan yang ke-17 tahun ini, Peraga Expo menargetkan peningkatan transaksi mencapai USD 150 juta dengan pengunjung sebanyak 15 ribu orang pengusaha dan profesional.

“Penting bagi pelaku bisnis TPT untuk hadir di acara ini guna meningkatkan wawasan mereka mengenai digitalisasi dan networking yang membentuk tren masa depan sehingga industri kita tidak menjadi sekedar ‘tukang jahit’ namun menjadi trend leader,” tegas Paul Kingsen.

Selain pameran, digelar pula berbagai acara seminar mengangkat topik-topik kekinian yang menarik mengenai sustainable industry dan creative industry 4.0 diselenggarakan oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Nonwoven Indonesia (INWA), dan Komunitas Printing Indonesia(KOPI Grafika).

Ada pula seminar mengenai Start-up Fashion Business(online dan offline) dan Import material and export garment in fashion industry di Indonesia oleh kelompok importir.org. Tak kalah meriahnya akan digelar lomba rancang dan peragaan busana Indo Project Runway dan lokakarya cetak tekstil digital.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Era 4.0, Industri Tekstil dan Fashion Jangan Sekadar Jadi Tukang Jahit