alexametrics

YLKI Sebut Kebijakan KRL Premium Sebagai Langkah Mundur

22 Desember 2018, 18:25:59 WIB

JawaPos.com – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan meluncurkan kereta rel listrik (KRL) Premium. Rencananya, kereta tersebut akan beroperasi pada pertengahan Juli 2019 mendatang.

Inovasi yang dilakukan KCI, malah mendapat kritik dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Menurut YLKI, upaya tersebut merupakan langkah mundur.

“Di dunia manapun KA commuter tidak ada kategori kelas, tidak ada premium, tidak ada express, dan sejenisnya. Yang sekarang ini sudah benar, kok mau diruntuhkan lagi,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangannya, Sabtu (21/12).

Lanjut Tulus, kehadiran KRL Premium dianggap akan menyingkirkan kehadiran KRL reguler. “Dampak pemberlakuan KRL premium, adalah potensi pelanggaran hak-hak konsumen KRL secara keseluruhan sangat besar,” tambahnya.

Menurutnya, KCI lebih baik fokus pada pembenaha pelayanan kepada masyarakat. Hal-hal seperti infrastruktur maupun penambahan rangkaian kereta bisa dilakukan.

“Dengan demikian headway KRL akan lebih singkat, carbin service akan lebih bagus, dan waktu tempuh yang lebih presisi. Sehingga KRL sebagai angkutan masal bisa mengangkut penumpang lebih banyak, dengan keandalan dan pelayanan yang prima,” kata dia.

YLKI menduga, saat ini finansial PT KAI tertekan hebat karena beberapa hal, seperti mengelola proyek LRT Jabodebek, dana PSO yang terlambat dicairkan atau bahkan dana IMO yang belum dibayar pemerintah. Sehingga PT KAI berupaya menambal pendapatannya dengan mengoperasikan KRL premium;

“Jika alasan PT KAI ingin menambah revenue di luar pendapatan tiket (non fare box), PT KAI bisa melakukan di sektor properti atau iklan. Asal jangan iklan rokok, karena melanggar regulasi,” tuturnya.

Sekedar informasi, yang membedakan KRL Premium dengan KRL reguler adalah adanya batas penjualan tiket sehingga di dalam kereta tidak akan terjadi kepadatan.

Selain itu, kereta KRL Premium ini difasilitasi tempat duduk dan juga wifi, namun dimodifikasi dan ditambahkan sehingga tidak sama dengan KRL reguler.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : (hap/JPC)

Close Ads
YLKI Sebut Kebijakan KRL Premium Sebagai Langkah Mundur