alexametrics

Industri Bangun Kemitraan untuk Kemandirian Peternak

22 Oktober 2017, 00:56:43 WIB

JawaPos.com – Kemitraan yang dibangun pebisnis yang menggarap industri produk tertentu dengan masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup petani atau peternak. Selain menjamin ketersediaan bahan baku bagi pebisnis, petani dan peternak pun tidak lagi harus terjebak dalam tengkulak. Mereka pun semakin mandiri dalam melakukan budi daya.

Head of Corporate Communication & Social Investment JAPFA R. Artsanti Alif mengungkapkan, saat ini pihaknya mengembangkan tiga model kemitraan untuk kemandirian dalam pengembangan budidaya ayam, sapi, dan udang. Masing-masing model kemitraan itu dibentuk dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki peternak serta bentuk kegiatan bisnisnya.

Pada kemitraan dalam budidaya ayam, pihak Japfa membantu penyediaan DOC, pakan, pendampingan, hingga pasar pada akhir masa budidaya. “Model ini akan sangat membantu peternak terutama peternak pemula dan kecil untuk mengantisipasi kerugian akibat perubahan harga pasar yang tidak stabil,” kata R. Artsanti Alif dalam keterangan tertulisnya yang diterima JawaPos.com, Sabtu (21/10).

Industri Bangun Kemitraan untuk Kemandirian Peternak
Peternakan ayam (GITE WIJAYA /SUMATERA EKSPRES)

Model serupa juga diterapkan pada kemitraan untuk sapi indukan. Cara ini memberikan kemungkinan bagi peternak sapi untuk memelihara sapi indukan dan memperoleh anak sapi selama masa budidaya dan kerjasama.

“Sedangkan untuk model kemitraan indukan sapi, peternak akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari hasil panen anakan. Kami di model kemitraan ini memberikan dukungan berupa penyedian sapi bunting, pendampingan selama masa pemeliharaan, serta membantu pembelian sapi sesuai dengan harga pasar yang sedang berlaku,” sambung Artsanti.

Model ini selain menguntungkan untuk petani juga mendukung penambahan jumlah sapi di Indonesia sebagaimana diharapkan pemerintah.

Sementara untuk kemitraan dengan petambak ikan Japfa mengorganisir petambak tradisional untuk meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan model budidaya. “Kami membantu memberikan kepastian tersedianya Benur (bibit udang), Pakan, serta pasar pada akhir masa budidaya,” jelasnya.

Menurut dia, petambak udang dapat menghasilkan udang yang berkualitas karena selama ternak udang dibantu oleh pendamping selama masa budidaya. Program itu saat ini sedang dirintis di Pulau Sumbawa, Lombok, dan Bali.

Lebih jauh Artsanti mengatakan, model Kemitraan yang dikembangkan oleh JAPFA merupakan wujud nyata dukungan terhadap pencapaian SDG’s. Pihaknya hadir tidak hanya mencapai keuntungan usaha semata tetapi menumbuhkan kesejahteraan masyarakat dan terutama mitra kerjanya melalui model kemitraan Inclusive Bussines Practices.

Model kemitraan tidak hanya melibatkan relasi antara JAPFA dan peternak semata tetapi juga melibatkan sektor perbankan untuk membantu permodalan.

Editor : admin

Reporter : (iil/JPC)


Close Ads
Industri Bangun Kemitraan untuk Kemandirian Peternak