alexametrics

Jimmy Hansu: Raja Kargo Plus Sembako di Bumi Manado

22 Juli 2018, 16:29:57 WIB

JawaPos.com – Bisnis jasa angkutan tak pernah sepi dan selalu menguntungkan. Jimmy Hansu, pengusaha di Manado sukses mengembangkan bisnis dengan mensinergikan 2 macam bidang usaha. Jasa angkutan dan distributor sembako.

Pria ini merintis usahanya sejak tahun 1988.  “Saat itu modal pas-pasan hanya Rp 10 – 20 juta. Saya memulai dengan menyewa sebuah truk, yang  saya manfaatkan sebagai usaha jasa angkutan hasil bumi,” tuturnya.  Sedikit demi sedikit keuntungan berhasil dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk membeli sebuah unit truck.  “Saat itu saya mendapat dana tambahan dari hasil pinjaman Bank Danamon.  Jenis truck Fusso yang saya beli seharga Rp 97 juta pada tahun 1995,” imbuh Jimmy. Pinjaman yang dikucurkan oleh Bank sebesar Rp 48 juta.

Kendaraan angkutan tersebut dimanfaatkan sebagai usaha jasa angkutan berbagai hasil bumi dari Bolmong Dan mengangkut beras dari Kotamobagu menuju Manado.  Menurut pengakuannya, pada awalnya ia dapat mengangkut beras sebanyak 300 kg / hari.  Konsumen berasal dari luar pulau di Bolmong, Tondano, Tomohon.  Sedangkan konsumen di luar pulau yaitu dari Ternate. Seiring semakin luasnya jaringan yang dimiliki, kapasitas angkutan pun bertambah.  Sekarang Jimmy dalam 1 kali muat beras bisa mencapai 7 ton.  Dalam 1 minggu ia melakukan 3 kali pengangkutan.

Jimmy Hansu:  Raja Kargo Plus Sembako di Bumi Manado
immy Hansu, pengusaha jasa angkutan dan distributor bahan pokok di Manado (Teguh Jiwa Brata / JawaPos.com)

Jimmy mengembangkan usaha jasa angkutan dibidang lain yaitu angkutan gas elpiji.  2 Unit truk tronton dioperasikan sebagai jasa angkut gas elpiji dari Makassar menuju Manado.  Beberapa truck disewakan diberbagai tambang.  Di antaranya tambang emas di Newmont, dan 6 unit di tambang batu bara di Samarinda. 

Keuletan kerja yang dimiliki membawanya pada puncak kesuksesan yang semakin tinggi.  Sekarang ia memiliki 21 unit tronton. Untuk ekspedisi sebanyak 7 kontainer, untuk angkat sembako 6, di samarinda ada 6 dump truck. Makassar ada 2. Plus mobil kecil untuk keperluan operasional sebanyak 4 unit.  Jadi kalau ditotal ada sebanyak 25 kendaraan yang ia miliki.  Keuntungan yang berhasil diraup selain diinvestasikan untuk memperbanyak armada, juga dialokasikan untuk berinvestasi di bidang properti.  “Sekarang saya punya gudang dan beberapa kebun,” kata Jimmy.

Bisnis seperti yang ditekuni Jimmy merupakan bisnis kepercayaan.  Untuk mencapai sukses, menurut Jimmy, prinsip usahanya adalah kejujuran, dan bersyurkur atas pencapaian, dan mengembangkan pencapaian yang telah diterima.  Kejujuran sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah network.  Bisnis yang ia geluti tidak bisa dilepaskan dari jaringan kerja.  Tiap pelaku usaha akan berbagi informasi. 

Kunci sukses yang lain yaitu tidak bergantung pada satu supplier saja.  Harus bekerjasama dengan beberapa supplier.  “saya jadi bisa membandingkan antara pabrik yang satu dengan pabrik yang lain.  Hasilnya saya bisa mengetahu lebih pasti tren pasar yang akan terjadi,” kata Jimmy. Pengusaha ulet ini juga akan meneruskan informasi kepada konsumennya.  “Kalau harganya mau turun, saya sarankan kepada mereka untuk mengurangi volume pembelian.  Sebaliknya ketika harga mau naik kita dorong mereka agar membeli stok lebih banyak.  Kalau mereka untung pasti semangat berdagang.  Kita pi jadi untung,” paparnya.

Untuk menarik minat konsumen, Jimmy harus berani memberikan harga yang berasing. Agar dapat melakukan hal tersebut, Jimmy bekerjasama dengan produsen produk secara langsung.  Disamping itu, Ia juga melakukan pembelian dalam jumlah banyak.  Sebab dengan cara ini, ia mendapat potongan harga yang semakin banyak dari produsen atau pemasok produk.   

Selama berbisnis, Jimmy menolak konsumen yang bermaksud melakukan pembelian secara piutang.  Konsumen diwajibkan melakukan pembelian secara kontan.  Jimmy memilih cara seperti ini karena ia manggap pembayaran secara kontan lebih minim risiko.  Disamping itu, piutang bisa diartikan sebagai aset mati atau uang berhenti.  Bila jumlahnya terlalu banyak, bisa menganggu perputaran roda usaha. Meskipun cara seperti ini lebih aman, namun, tantangannya yaitu kapasitas atau volume usahanya tidak bisa besar.  Pelan namun pasti. 

 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (tjb/JPC)

Jimmy Hansu:  Raja Kargo Plus Sembako di Bumi Manado