alexametrics

Tradisi Mudik, Dongkrak Ekonomi Desa

22 Juni 2019, 16:58:20 WIB

JawaPos.com – Tradisi mudik Lebaran yang terjadi setiap tahun memiliki dampak positif bagi desa. Terutama menjadi salah satu ajang perputaran uang di daerah yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan, secara tidak langsung mudik Lebaran membuat terjadinya pemerataan ekonomi yang tersebar di desa, kampung, kelurahan, kecamatan, dan kota tempat pemudik pulang. Pemerataan ekonomi itu terjadi karena pemudik membelanjakan uangnya untuk keperluan makan, minum, dan sebagainya.

Menurut Eko, tidak sedikit yang memilih hotel atau penginapan untuk beristirahat sehingga memberikan efek ekonomi yang positif bagi desa, kampung, kelurahan, kecamatan, dan kota. Namun diakui, hal itu jarang menimbulkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan atau berlalu begitu saja tanpa diikuti peningkatan ekonomi produktif di daerah atau desa tujuan pemudik.

Padahal, lanjut Eko, semakin besar peredaran uang di suatu daerah, seharusnya ekonomi masyarakatnya juga ikut menggeliat, investasi meningkat, sektor usaha kecil dan menengah tumbuh, pariwisata semakin hidup, lapangan pekerjaan baru tercipta, serta pada akhirnya sumber-sumber ekonomi di daerah tersebut tumbuh.

Oleh sebab itu, kepala pemerintahan di daerah, terutama kepala desa (Kades), harus bisa mengelola dana mudik yang mengalir ke desanya agar mampu menggeliatkan perekonomian desa. ”Kades dan masyarakat desa harus pintar berinovasi agar dana mudik bisa berputar di desa sehingga mampu menciptakan pergerakan ekonomi yang terus berlanjut dan tidak berhenti setelah fenomena musim mudik selesai,” tegasnya.

Selama mudik, uang pemudik banyak berputar di sektor pariwisata, oleh-oleh khas daerah, aneka produk UKM seperti makanan/kuliner, dan kerajinan daerah. ”Nah, inovasi di sektor-sektor itulah yang kemudian bisa menjadi fokus kepala desa di daerah pemudik agar uang bisa berputar di desa,” ungkapnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : tih/c6/wir


Close Ads