alexametrics

Dorong Efisiensi agar Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Murah

Maskapai Asing Jadi Opsi Terakhir
22 Juni 2019, 15:18:44 WIB

JawaPos.com – Maskapai asing urung diundang untuk masuk ke bisnis penerbangan rute domestik di Indonesia. Sebab, pemerintah ingin maskapai dalam negeri melakukan efisiensi sehingga harga tiket rute domestik dapat lebih murah.

Opsi masuknya maskapai asing dianggap sebagai solusi terakhir. Yakni, tatkala maskapai dalam negeri tak kunjung bisa menurunkan harga tiket. “Coba dulu dalam negeri apa yang bisa dilakukan. Kalau tidak bisa membuat situasi efisien, baru cari jalan lain (mengundang maskapai asing, Red),” ujar Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya kemarin (21/6).

Darmin berharap rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat low-cost carrier (LCC) domestik pekan depan disambut baik maskapai. Pemerintah juga terbuka dengan berbagai usulan dari maskapai mengenai formulasi dasar penurunan harga tiket. Dengan begitu, maskapai dalam negeri tak perlu bersaing dengan maskapai asing.

Menurut Darmin, kunci efisiensi ada dari dalam maskapai sendiri maupun dari mitra kerja maskapai. Biaya-biaya lain yang melibatkan pengelola bandara, Pertamina selaku penjual avtur, dan negara selaku penerima pajak juga bisa ditekan. Itulah yang membuat Darmin yakin Indonesia belum perlu mengundang maskapai asing untuk rute domestik. “Artinya, jangan kalian mengharapkan persoalan ini dapat cepat selesai. Kami akan dorong efisiensi supaya masyarakat ada kesempatan mendapat pelayanan angkutan udara yang murah, itu saja dulu,” jelas mantan gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.

Saat ini pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan insentif fiskal untuk maskapai. Pajak pertambahan nilai (PPN) atas biaya sewa pesawat dari luar negeri bakal dihapus. Pemerintah kini tengah menggodok revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2015 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu dan Penyerahan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut PPN.

Rencana penghapusan PPN tersebut masih dikaji. Pertimbangannya, pemerintah ingin prosedur penyewaan pesawat di Indonesia sama dengan yang diterapkan di luar negeri, yakni tidak dikenai PPN. “Ya, jadi ini PPN disebutkan menjadi beban yang membuat maskapai dalam negeri kurang kompetitif. Kami pertimbangkan untuk itu agar tidak usah dikenakan PPN,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara.

Harga Tiket Lion

Menyusul rencana kebijakan penurunan harga tiket yang ditetapkan pemerintah, Lion Air siap menerapkan harga baru untuk beberapa rute domestik. “Ini komitmen Lion Air,” kata Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro.

Perubahan harga tersebut berbentuk tiket promo sampai dengan 50 persen di bawah tarif batas atas (TBA). Tarif promo akan diterapkan pada waktu atau jam-jam keberangkatan dan kondisi tertentu serta mengikuti syarat dan ketentuan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : rin/tau/c10/fal



Close Ads