alexametrics

Perhutanan Sosial Dapat Entaskan Sepertiga Kemiskinan di Indonesia

22 April 2021, 22:22:01 WIB

JawaPos.com – Perhutanan sosial dinilai dapat menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat. Selain menjaga kelestarian hutan, perhutanan sosial juga dapat mengurangi angka kemiskinan.

Namun, sebagai sistem penyangga biodiversitas dan sumber pendapatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, kawasan hutan masih dihadapkan beragam persoalan seperti ancaman deforestasi hingga kesenjangan ekonomi.

Hasil studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM UI) mengungkapkan, masyarakat yang tinggal di kawasan hutan merupakan kelompok dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia hingga mencapai 20 persen pada 2020.

Kemudian, pada 2015 terbentuk program perhutanan sosial yang dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan sekaligus melestarikannya mendirikan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Tim Penggerak Percepatan Perhutanan Sosial Swary Utami Dewi memaparkan terdapat lima skema di dalamnya, yaitu Hutan Adat, Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan (HKm), Kemitraan Kehutanan, dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Program ini ternyata mampu memberikan peluang ekonomi baru seperti agroforestri dan ekowisata di sekitar kawasan hutan.

Ia menyebut, per Maret 2021 sudah mencapai 4,5 juta Ha luas perhutanan sosial dari target pemerintah yang seluas 12,7 Ha. Terdapat 50,74 persen desa berada di sekitar kawasan hutan tersebut.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads