alexametrics

Okupansi Masih Rendah, Tren Bukber jadi Peluang Industri Perhotelan

22 April 2021, 23:43:03 WIB

JawaPos.com – Industri perhotelan Jawa Timur (Jatim) belum berhenti mencari cara untuk bisa bertahan di tengah persebaran virus SARS-CoV-2. Selama bulan puasa sampai Lebaran nanti, mereka memanfaatkan food and beverage (F&B) sebagai pendongkrak kinerja bisnis. Tren buka puasa bersama dengan menerapkan protokol kesehatan ketat menjadi peluang.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono menyebut periode Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) sebagai puncak kinerja perhotelan. Tapi, itu siklus yang terjadi sebelum pandemi Covid-19. Kini semuanya berubah karena pemerintah membatasi mobilitas masyarakat untuk menekan persebaran virus.

“Kalau seperti ini, kita hanya bisa mengandalkan konsumen yang ingin staycation. Pasarnya tidak sebesar pemudik,”S kata Dwi kemarin (21/4).

Saat ini rata-rata okupansi hotel Jatim mencapai 30 persen. Periode Rafi diharapkan bisa meningkatkan okupansi menjadi sekitar 50 persen.

Tantangannya, meski hari raya, tidak banyak warga yang rela membelanjakan uang untuk bersenang-senang. Daya beli masyarakat masih lemah karena pandemi.

“Seharusnya, okupansi hotel mencapai 70 persen untuk bisa balik modal. Tapi, tahun ini sepertinya itu tak mungkin terjadi,” ungkap Dwi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (bil/c19/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads