alexametrics

Masyarakat Makin Jaga Daya Tahan, Kinerja Industri Herbal Meningkat

21 Juni 2021, 16:06:43 WIB

JawaPos.com – Industri obat tradisional (IOT) tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Kini langkah berikutnya ialah berekspansi. Baik di pasar domestik maupun global. Para pelaku IOT berharap upaya tersebut mendapatkan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan.

Direktur Operasional PT Herbacore Hendry Setyadarma mengatakan bahwa kinerja perusahaan melonjak pada awal persebaran virus SARS-CoV-2 di Indonesia. Itu terjadi karena masyarakat berusaha keras meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

Otomatis, permintaan terhadap vitamin dan obat herbal juga meningkat. “Saat itu memang permintaan untuk beberapa produk kami, seperti temulawak dan kunyit, naik drastis,” ujarnya Minggu (20/6).

Peluang itu pun tidak disia-siakan. Para produsen lantas lebih gencar memasarkan produk mereka. Tingginya permintaan juga membuat para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merambah IOT. Apalagi, bahan baku herbal atau jamu bisa diolah menjadi banyak produk. Mulai suplemen, minuman kesehatan, sampai produk kecantikan.

“Sebelumnya kami hanya fokus memproduksi bahan baku herbal untuk industri menengah ke atas. Tapi, kami lihat sudah banyak yang coba mencampur jamu ke produk minuman atau bahkan produk lulur,” tambah dia.

Saat ini, lanjut Hendry, kontribusi produk ritel masih belum terlalu banyak. Hanya 10 persen dari total produksi. Namun, dia menilai potensi di masa depan sangat tinggi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (bil/c9/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads