alexametrics

Aplikator dan Pengemudi Belum Sepakat Soal Tarif Ojol

21 Maret 2019, 18:33:16 WIB

JawaPos.com – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, perwakilan dari pengemudi dengan aplikator masih belum menyepakati besaran nilai dari tarif ojek online (ojol). Dia pun menegaskan bakal mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Budi menjelaskan, asosiasi driver menginginkan tarif ojol sebesar Rp 2.400 per kilometer (km). Itu artinya, mereka menerima komisi sebesar tersebut tanpa potongan apa pun dari pihak aplikator.

Sementara itu, aplikator sepakat dikenakan tarif sebesar itu apabila itu bersifat pendapatan kotor. Artinya, biaya jasa itu belum termasuk potongan dan lain sebagainya.

“Tapi kemarin ada yang menyampaikan kepada saya, kalau bisa jangan kurang dari Rp 2 ribu. Artinya jangan di bawah Rp 2 ribu, tapi bisa saja Rp 2 ribu sekian,” ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (21/3).

Perihal penetapan tarif tetap (flat), Budi menjelaskan bahwa para pengemudi menginginkan tarif sebesar Rp 10 ribu dengan jarak maksimal 5 km. Untuk itu, Kemenhub masih mencari rumus untuk menetapkan batas atas dan batas bawah.

“Batas atas akan kami tentukan, itu relatif landai. Batas bawahnya yang agak susah,” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Hana Adi

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Aplikator dan Pengemudi Belum Sepakat Soal Tarif Ojol