alexametrics

Kebutuhan Dalam Negeri Sulit Dipenuhi, RI Masih Butuh Impor Jagung

21 Februari 2019, 15:07:31 WIB

JawaPos.com – Kebutuhan akan jagung dalam negeri diperkirakan tidak bakal mampu dipenuhi hingga 2030. Hal itu dipicu karena masih rendahnya produksi jagung di dalam negeri.

Peneliti Visi Teliti Saksama, Nanug Pratomo mengatakan, kebutuhan jagung pakan maupun non pakan diperkirakan bakal terus meningkat. Itu artinya, perlu impor untuk memenuhi defisit jagung di Tanah Air.

“Saya mengutip salah satu studi, kita lihat hasil proyeksi menunjukkan hingga mendekati 2029-2030 ini masih akan terjadi defisit atas produksi dalam negeri di bawah dari permintaan domestik,” ujarnya dalam diskusi “Data Jagung Bikin Bingung” di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/2).

Nanug mengaku pesimis jika Indonesia melakukan swasembada, kebutuhan akan jagung pakan yang terus meningkat bakal bisa dipenuhi.

“Penggunaan jagung untuk industri pakan jadi sangat penting. Trennya akan terus meningkat. Tapi apakah benar kalau kita swasembada jagung bisa penuhi industri pakan,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu putar otak agar bisa memenuhi kebutuhan jagung pakan bagi peternak kecil.

“Nggak semua peternak kita mampu beli hasil (pakan) industri pabrikan. Ada peternak yang mau nggak mau mengolah sendiri, membuat pakannya sendiri yang butuh jagung mentah,” tambahnya.

Oleh karena itu, Indonesia rasanya sulit untuk bisa swasembada jagung apabila kebutuhan dari dalam negeri belum mampu memenuhinya. “Selama produksi jagung belum bisa penuhi secara full untuk pakan, impor jagung masih dibutuhkan paling tidak untuk jangka pendek,” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Hana Adi

Kebutuhan Dalam Negeri Sulit Dipenuhi, RI Masih Butuh Impor Jagung