JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sistem Keamanan Baru Bandara Soekarno-Hatta Diluncurkan Agustus 2018

20 Juli 2018, 21:07:54 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Sistem Keamanan Baru Bandara Soekarno-Hatta Diluncurkan Agustus 2018
Sekuriti Bandara Soekarno-Hatta (istimewa)
Share this

JawaPos.com - Operasional para petugas Airport Security di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini dapat termonitor secara digital dengan sistem berbasis web. Rencananya, website ini akan dilaunching untuk diterapkan pada 1 Agustus 2018.

Transformasi tersebut bertujuan untuk memudahkan personel Airport Security dalam bertugas serta meniadakan penggunaan kertas dalam pelaporan.

"Airport Security Web merupakan hasil karya rekan-rekan dari Tim Standarisasi (tim delapan) dari Unit Aviation Security dibawah komando Bapak Tommy Hadi Bawono sebagai Aviation Security Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta," Senior Manager Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang di Jakarta, Jumat (20/7).

Pada tahap awal, laman ini berfungsi sebagai data terhadap barang tercecer atau lost and found. Dari ide tersebut, mereka membangun sendiri website tanpa meng-hire orang lain atau pihak ketiga.

"Kekhawatiran mereka jika data laporan tentang barang yang tercecer yang berbentuk buku tersebut hilang atau rusak. Betapa repotnya-kan, dengan sistem digital ini semua akan terbackup," kata Febri.

Begitu pun dengan logbook yang biasa terisi dengan berbagai laporan pelaksanaan dinas dan laporan fasilitas keamanan yang masih menggunakan kertas. "Dengan digitalisasi ini, manajemen akan mengetahui laporan yang lebih akurat. Karena waktu pelaporan yang real time dan terhubung dengan unit lain yang terkait," tuturnya.

Website Airport Security ini juga dapat memudahkan para petugas keamanan, karena tersedia fitur 'What Can I Bring ?' yang berfungsi untuk mengetahui benda-benda yang masuk dalam kategori pembatasan dan yang dilarang sesuai dengan ketentuan.

"Fitur ini ready memenuhi harapan para pengguna jasa agar para petugas dengan cepat memberikan informasi mengenai ketentuan barang yang masuk dalam kategori pembatasan atau yang dilarang," jelas Febri.

Kedepannya, website ini akan dikembangkan kesemua pelaksanaan tugas Airport Security, seperti kegiatan patroli, penilaian personel, e-book, daily check peralatan keamanan dan masih banyak lainnya. Namun, website ini sengaja menggunakan server internal PT Angkasa Pura (Persero) yaitu dengan menggunakan VPN forticlient internal.

Hal itu dilakukan sebagai tindakan preventif dalam mengantisipasi cyber threat, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Web ini tidak dapat diakses oleh publik.

Di dalam aturan itu, terkandung bahwa bandara harus mengantisipasi cyber threat. Oleh karenanya website ini ditetapkan terbatas untuk pelaksanaan tugas di lapangan saja. "Berbagai manfaat atas digitalisasi ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kemudahaan penumpang," pungkasnya.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up