alexametrics

Lebaran, Omzet Busana Muslim Meningkat

Di Mal dan Toko Konvensional Sama-Sama Laris
20 Mei 2019, 21:31:59 WIB

JawaPos.com – Ramadan sudah berjalan 14 hari. Sekitar dua pekan lagi umat muslim akan merayakan Idul Fitri. Nuansa Lebaran pun terasa sejak akhir pekan lalu. Masyarakat mulai menyerbu gerai-gerai busana muslim di pusat-pusat perbelanjaan. Omzet penjualan gamis, hijab, dan baju koko pun meningkat.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi memprediksi omzet para peritel busana muslim tahun ini meningkat sekitar 20 persen jika dibandingkan pada Lebaran tahun lalu. ”Puncaknya terjadi pada akhir Mei ini,” katanya tentang angka penjualan dan jumlah kunjungan ke mal kemarin (19/5).

Saat ini, menurut Sutandi, model busana muslim sangat beragam. Sebagian orang, khususnya generasi milenial, menjadikan busana serba tertutup sebagai bagian dari lifestyle. Karena itu, dia yakin omzet gerai-gerai busana muslim pada Lebaran kali ini meningkat. ”Ada juga tren dalam masyarakat bahwa hari raya selalu identik dengan baju baru. Jadi, penjual baju muslim pasti panen,” ungkap Sutandi.

Mal dan pertokoan di Surabaya mengalami peningkatan omzet menjelang Lebaran Idul Fitri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Dia menambahkan, potensi pasar busana muslim yang terus tumbuh membuat pengelola mal tidak keberatan menyediakan tempat khusus untuk gerai-gerai ritel fashion tersebut. Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwom Trade Center merupakan contoh mal yang punya zona khusus busana muslim.

Selain itu, untuk menggairahkan penjualan, sejumlah mal rutin menghelat event bertema keislaman. Misalnya, Moslem Fashion Festival dan Surabaya Fashion Parade. Keberadaan musala di dalam mal, menurut Sutandi, juga menjadi nilai plus yang meningkatkan omzet para peritel busana muslim.

”Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Potensi pasar busana muslim di Indonesia, khususnya Jatim, selalu menjanjikan,” jelas Sutandi.

Elzatta, gerai busana muslim yang bermarkas di Bandung, menyebut Jatim sebagai pasar potensial untuk produknya. Karena itu, anak perusahaan Elcorps tersebut membuka gerai baru di Surabaya beberapa waktu lalu. ”Ini demi mendekatkan diri kepada pelanggan,” kata CEO Elcorps Elidawati.

Gerai di kawasan Gayungsari itu merupakan toko offline Elzatta ke-157 di Indonesia. Elidawati menargetkan tambahan 20 gerai baru sampai akhir tahun ini. ”Permintaan produk dan kemitraan untuk membuka gerai terus meningkat. Terkait produk, kami akan terus berinovasi agar tidak tertinggal,” tegasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (car/c15/hep)



Close Ads