alexametrics

Surya Semesta Internusa Targetkan Pendapatan Naik 10 Persen

20 Maret 2019, 16:35:42 WIB

JawaPos.com – Perusahaan yang bergerak di bidang properti, konstruksi dan perhotelan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) tahun ini menargetkan pendapatan sebesar Rp 4 triliun, naik 10 persen dari tahun 2018. 

Presiden Direktur Johannes Suriadjaja mengatakan, pihaknya juga menargetkan penjualan lahan industri tahun 2019 seluas 15 hektar, meningkat dibanding penjualan lahan tahun 2018 yang mencapai 8,3 hektare dengan harga rata-rata USD 120 per meter persegi.

“Selain itu, guna mengejar perolehan target kinerja 2019, SSIA juga akan fokus pada sejumlah hal antara lain fokus mengerjakan proyek Kawasan Industri Subang, memenuhi target dan ekspektasi pelanggan di sektor konstruksi serta menjajaki peluang-peluang baru di pasar perhotelan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/3).

Menurutnya, proyek Kawasan Industri Subang, pihaknya fokus kepada akuisisi lahan. Sampai akhir tahun 2018, perusahaan memiliki landbank Subang seluas 1.053 hektare dari total 2.000 hektare yang ditargetkan perseroan. Rencananya, 1.000 hektare akan diakuisisi dalam waktu tiga tahun hingga empat tahun mendatang. Tahun ini, SSIA menargetkan akusisi lahan di Subang sebesar 165 hektar.

“Kami optimistis hingga akhir tahun 2019, dapat melakukan akuisisi lahan di Subang sebesar 165 hektar. Kami menargetkan mulai melakukan pengembangan lahan di Subang pada kuartal ketiga,” tuturnya.

Menurutnya, percepatan pengembangan Proyek Subang ini diperlukan mengingat besarnya atensi investor untuk berinvestasi di Kawasan Industri Subang. “Kami sangat optimis Subang akan mendapatkan permintaan dari  sejumlah industri mulai dari perusahaan otomotif, farmasi, logistik, dan FMCG yang tertarik membuka usaha di daerah tersebut,” imbuhnya.

Pihak manajemen perusahaan juga optimistis mendapat tambahan recurring income dari kontribusi unit usaha perhotelan selama tahun 2019. 

Optimisme ini didukung oleh peningkatan jumlah hotel yang dimiliki oleh SSIA dimana hingga akhir 2018 telah diresmikan BATIQA Hotel di 7 lokasi se-Indonesia. Sebagai informasi, tingkat okupansi BATIQA Hotel pada FY18 yang terdiri dari BATIQA Hotel & Apartments Karawang, BATIQA Hotel Cirebon, BATIQA Hotel Jababeka, BATIQA Hotel Palembang, BATIQA Hotel Pekanbaru, dan BATIQA Hotel Lampung tercatat sebesar 63,1 persen, sementara ARR nya berada pada Rp 332.953. 

“BATIQA berhasil meningkatkan kinerjanya dari 61,3 persen tingkat hunian dan ARR sebesar Rp 300.366 pada tahun 2017,” ucapnya.

Guna mendanai kegiatan operasional dan proyek strategis perseroan, SSIA menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp 775 miliar yang bersumber dari kas internal. 

“Capex tersebut akan digunakan untuk akuisisi lahan dan land development di Subang. Lalu sebagian akan dipakai untuk konstruksi dan sebagian lagi untuk perhotelan,” tuturnya.

Selain itu, ekspansi bisnis perseroan juga didukung pondasi keuangan perseroan yang sehat dimana SSIA sukses mengurangi beban hutang dimana hingga akhir tahun 2018 nilai utang dapat diturunkan menjadi Rp 1,51 triliun dari Rp 2,27 triliun pada 2017. 

Perseroan juga berencana untuk mempergunakan standby loan dari IFC kurang dari 50 persen dari total pendanaan yang disiapkan. Tahun lalu IFC memberikan komitmen standby loan sebanyak USD 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS) kepada SSIA yang dapat dicairkan secara bertahap.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri

Surya Semesta Internusa Targetkan Pendapatan Naik 10 Persen