alexametrics

Gelar Pameran, Industri Pertahanan Lokal Unjuk Kemampuan dan Kualitas

20 Februari 2018, 06:10:00 WIB

JawaPos.com – Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) berencana menggelar pameran produk Industri Pertahanan (Indhan) dan Industri Keamanan (Indkam) dalam negeri. Event ini bagian dari upaya unjuk gigi dan mendorong pemeritah untuk mempercayakan kemampuan dan produksi industri pertahanan dalam negeri.

Ketua Harian Pinhantanas, Mayjen (Purn) Jan Pieter Ate menyatakan bahwa sudah saatnya industri pertahanan keamanan dalam negeri unjuk gigi. Menurutnya, saat ini pemerintah harus percaya dengan kemampuan produksi dari industri pertahanan dalam negeri.

“Negara tidak perlu ragu dengan kemampuan produksi dari industri pertahanan swasta. Terbukti, industri pertahanan swasta sudah mampu membuat produk seperti pesawat tanpa awak, kendaraan taktis, kapal perang, hingga bom,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2).

Sejumlah pejabat negara dijadwalkan akan menghadiri event perdana Pinhantanas. Di antaranya adalah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu selaku Dewan Pelindung Pinhantanas, dan juga ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

Ke depannya, Jan Pieter berharap pihaknya bisa menjadi mitra pemerintah, khususnya dalam hal pembinaan industri pertahanan dan keamanan. “Kami ingin menjadi semacam quality control dan memverifikasi pelaku industri pertahanan dan keamanan,” sambungnya.

Secara implisit, keberpihakan dan kepercayaan negara terhadap Alat Perlengkapan Pertahanan Keamanan (Alpalhankam) buatan sendiri, bisa terlihat sewaktu Rapat Pimpinan TNI-Polri Januari lalu.

Ketika itu, Presiden Joko Widodo sempat berkeliling Mabes TNI dengan menggunakan kendaraan taktis (Rantis) P6 ATAV (All Terrain Assault Vehicle) buatan PT Sentra Surya Ekajaya, pabrik Alpalhankam lokal yang bermarkas di Banten. Di luar acara seremonial tersebut, Rantis P6 ATAV sudah digunakan oleh Kopassus dan Korpaskhas.

“Sesungguhnya kita punya kemampuan yang harus kita gunakan supaya devisa negara bisa mengalir ke dalam negeri. Dalam arti penyerapan tenaga kerja dan kebutuhan TNI-Polri hasil karya anak bangsa,” tuturnya.

“Bila produk Alpalhankam lokal bisa diserap secara optimal oleh pengguna dalam negeri, maka akan terjadi efek berantai yang dahsyat. Mulai dari penghematan devisa, sampai perkembangan industri,” terangnya.

Dalam kesempatan terpisah Dewan Penasehat Pinhantanas, Connie Bakrie mengatakan, bahwa masih ada ruang terbuka yang cukup luas bagi BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) untuk memenuhi kebutuhan Alpalhankam dalam negeri. Baik dalam hal pengadaan maupun pemeliharaan.

“Kontinuitas penggunaan Alpalhankam lokal, akan mendorong pelaku industri untuk terus mengembangkan diri. Contoh saja Pindad yang terus memperbaiki dan menyempurnakan produk senjata mereka, karena terus digunakan oleh user dalam negeri,” kata Connie.

Connie melihat, pasar kebutuhan Alpalhankam dalam negeri masih juga menyisakan banyak ruang yang bisa diisi oleh BUMN maupun BUMS. Itu bisa dirujuk dari besarnya anggaran dana PDN/pinjaman dalam negeri yang dialokasikan pemerintah yang mencapai Rp 15 triliun untuk periode 2015-2019.

Namun tingkat penyerapannya masih sangat kecil, hingga tahun ini masih tersisa Rp 9 triliun. Ini menandakan, masih ada banyak kebutuhan yang belum terpenuhi, padahal ada banyak cara untuk pemenuhannya, namun tidak tergarap secara optimal.

Editor : Mochamad Nur

Reporter : (hap/JPC)

Gelar Pameran, Industri Pertahanan Lokal Unjuk Kemampuan dan Kualitas