JawaPos Radar

BEI Dorong 40 Broker Tambah Modal

20/02/2016, 08:50 WIB | Editor: afni
BEI Dorong 40 Broker Tambah Modal
Ilustrasi ()
Share this

Jawapos.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) mewajibkan 40 di antara total 109 perusahaan sekuritas anggota bursa menambah modal. Caranya, menambah modal interim atau mengundang investor strategis.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya mengungkapkan, 40 perusahaan broker memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Rp 25 miliar–Rp 50 miliar. Padahal, dana Rp 25 miliar merupakan batas minimum modal kerja bersih disesuaikan. Jika ada yang mengalami penurunan modal karena konsekuensi bisnis, broker harus segera menambah modal. Jika tidak, BEI akan langsung melakukan suspensi.

Terdapat pula 45 broker anggota bursa yang modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar. Selain itu, ada 24 broker yang mempunyai MKBD lebih dari Rp 250 miliar.
’’Petanya, yang MKBD-nya kurang dari Rp 50 miliar lokal semua,’’ ujar Alpino, (19/2).

Di antara perusahaan 40 sekuritas bermodal pas-pasan, terdapat 23 perusahaan yang memberikan layanan fasilitas transaksi margin. BEI menilai kombinasi modal minim dan fasilitas transaksi margin sangat berisiko.

Karena itu, BEI akan memperketat kriteria anggota bursa yang diizinkan melakukan transaksi margin. ’’Di antara 109 sekuritas anggota bursa, ada 73 perusahaan yang memberikan fasilitas transaksi margin,’’ katanya.

BEI, tutur Alpino, mendorong broker anggota bursa menambah modal minimal menjadi Rp 50 miliar. Dengan modal tersebut, anggota bursa leluasa menjalankan praktik bisnis berdasar ketentuan. Selain itu, sekuritas bisa melakukan edukasi dan ekspansi cabang ke daerah.

Terlebih lagi, saat ini BEI mulai meluncurkan produk derivatif yang hanya bisa dijalankan sekuritas dengan modal kuat. Sebab, jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 40–50 jenis saham. Artinya, broker harus menyiapkan dana besar bila menginginkan jumlah nasabah yang lebih banyak. ’’Kalau marginnya diperluas, kan akan makin menarik,’’ tutur Alpino.

Sesuai dengan ketentuan, perusahaan sekuritas yang diakuisisi diwajibkan menjual saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dimilikinya. BEI pun siap membeli kembali (buyback) saham yang dikuasai anggota bursa yang diakuisisi. ’’Broker domestik juga harus bisa berkompetisi dengan asing dan punya tenaga riset yang andal,’’ tandasnya. (gen/c14/noe)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up