alexametrics

Perluas Pasar Elpiji Nonsubsidi dengan Bright Gas

19 Desember 2017, 19:23:48 WIB

JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan produk liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg untuk menggaet pasar konsumen yang selama ini tidak berhak menerima subsidi.

Produk bernama Bright Gas 3 kg tersebut diharapkan dapat memperluas pasar elpiji non-PSO (public service obligation) sebesar 2–4 persen tahun depan.

SVP Nonfuel Marketing PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora menyatakan, untuk tahap awal, pihaknya menargetkan bisa menggaet pasar pengguna elpiji 3 kg PSO beralih ke Bright Gas 3 kg.

”Tetapi, karena masih penetrasi pasar, targetnya belum besar. Saat ini masih uji coba untuk melihat perilaku konsumen, apakah mereka memang berminat membeli elpiji 3 kg nonsubsidi,” ujarnya kemarin (17/12).

Selama ini konsumsi memang didominasi elpiji 3 kg PSO. Pertamina mencatat, dari total permintaan elpiji sebanyak 7,5 juta metrik ton per tahun, konsumsi elpiji 3 kg PSO mendominasi, yakni 6,7 juta metrik ton.

Sisanya, sebanyak 800 ribu metrik ton, merupakan elpiji non-PSO. ”Kami benar-benar ingin mengambil pasar dari konsumen yang seharusnya tidak berhak mengonsumsi elpiji 3 kg PSO. Sebab, dengan distribusi terbuka seperti sekarang, memang konsumen nonsubsidi tetap boleh membeli,” jelas Basuki.

Produk terbaru tersebut rencananya diluncurkan pada pertengahan 2018 mendatang. ”Untuk harganya mengikuti CPA yang kami punya. Per satuan kilogramnya kami samakan dengan Bright Gas 5,5 kg, yakni Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kilogram,” terangnya.

Pada tahap awal, Pertamina baru menyasar Pulau Jawa. Perseroan juga akan mengoptimalkan pemasaran agar produk tersebut dapat menjangkau konsumen seluas-luasnya. ”Kuncinya adalah ketersedian di lapangan agar orang yang butuh tidak kesulitan mencari dan konsumen memiliki keinginan untuk membeli,” imbuhnya.

Pertamina mengklaim bahwa tingkat keamanan Bright Gas 3 kg lebih baik daripada elpiji 3 kg PSO dan setara dengan Bright Gas 5,5 kg. Yakni, menggunakan katup tabung double spindle. Bukan single spindle seperti pada elpiji 3 kg PSO.

Permintaan elpiji tahun depan diprediksi meningkat 5 persen daripada tahun ini. ”Ekonomi tumbuh, maka permintaan elpiji juga tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, adanya program pemerintah untuk melakukan konversi penggunaan BBM (bahan bakar minyak, Red) ke BBG (bahan bakar gas) untuk kapal nelayan 5 gross tonnage mendorong permintaan elpiji,” tandas Basuki. (*)

Editor : admin

Reporter : vir/c25/fal

Perluas Pasar Elpiji Nonsubsidi dengan Bright Gas