alexametrics

Pasar Stagnan, Otomotif Penetrasi ke Pasar Luar Jawa

19 Desember 2017, 18:58:30 WIB

JawaPos.com – Pasar otomotif nasional diprediksi kembali stagnan tahun depan. Estimasi penjualannya 1.050.000–1.070.000 unit. Prinsipal otomotif pun perlu melebarkan sayap ke daerah-daerah di luar Jawa yang ekonominya sedang tumbuh untuk mendongkrak penjualan.

”Kami belum bisa berharap banyak pada kondisi tahun depan. Kalau melihat berbagai indikator ekonomi, politik, dan daya beli masyarakat, sepertinya 2018 masih akan stagnan. Tapi, kami tidak boleh pesimistis,” ujar Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso di sela-sela acara Daihatsu Setia Handover kemarin (17/12).

Daihatsu tidak ingin kehilangan momentum. Menurut Hendrayadi, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya melakukan penetrasi ke daerah-daerah baru di luar Jawa. ”Kami sudah memetakan beberapa daerah di luar Jawa yang prospeknya bagus, growth ekonominya bagus. Penetrasi pasar nanti diarahkan ke daerah-daerah itu,” jelasnya.

Hendrayadi menolak memerinci beberapa daerah tersebut. Sebab, hal itu terkait dengan strategi pemasaran. Yang pasti, tahun depan Daihatsu membangun lima diler baru di luar Jawa untuk membantu mendongkrak penjualan.

”Tahun depan kami tambah lima diler untuk menjaring konsumen di daerah baru. Semuanya di luar Jawa. Jadi, kalau tahun ini kami punya 237 outlet, tahun depan menjadi 242 outlet,” katanya.

Untuk total nilai investasi, Hendrayadi mengaku tidak bisa memberikan angka pasti. Sebab, harga tanah di beberapa lokasi tidak sama. Biaya untuk membangun sebuah diler pun bervariasi, bergantung pada harga tanah di daerah tersebut. ”Tapi, investasi bangunan dan fasilitasnya rata-rata menghabiskan antara Rp 10 miliar–Rp 20 miliar untuk satu diler,” ungkapnya.

Daihatsu memilih daerah luar Jawa, khususnya Indonesia bagian timur, lantaran potensinya sangat besar. Selama ini potensi itu belum tergarap dengan baik. ”Ditunjang dengan harga komoditas pertanian dan perkebunan yang saat ini mulai membaik, kami perkirakan penjualan untuk kendaraan komersial meningkat di luar Jawa. Selama ini kontribusi komersial sekitar 35 persen dari total penjualan Daihatsu,” ungkapnya.

Selain menambah jaringan diler, Daihatsu berharap pemerintah mempunyai kebijakan baru yang lebih kondusif bagi perusahaan pembiayaan (leasing). Pasalnya, saat ini leasing sedang mengetatkan penyaluran kredit akibat kredit macet cukup tinggi. ”Penjualan Daihatsu 80 persen dari kredit sehingga kami berharap bisnis leasing bisa kembali tumbuh,” jelasnya. (*)

Editor : admin

Reporter : tih/wir/c6/fal


Close Ads
Pasar Stagnan, Otomotif Penetrasi ke Pasar Luar Jawa