JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ini Strategi Semen Indonesia Hadapi Persaingan Pemain Baru

19 September 2018, 16:45:11 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Ini Strategi Semen Indonesia Hadapi Persaingan Pemain Baru
Pabrik Semen Indonesia (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Hingga Agustus 2018, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mampu mencatatkan kinerja penjualan yang positif. Volume penjualan hingga Agustus 2018 mencapai 20,67 juta ton atau tumbuh 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 19,88 juta ton.

Direktur Marketing & Supply Chain SMGR, Adi Munandir menjelaskan, capaian penjualan tersebut terdiri dari penjualan dalam negeri sebesar 16,93 juta ton, ekspor sebesar 1,99 juta ton, serta penjualan dari Thang Long Cement Company Vietnam (TLCC) sebesar 1,75 juta ton. Menurutnya, saat ini dinamika industri semen di Indonesia telah mengalami pergeseran dengan masuknya delapan pemain baru sejak 2015.

Adanya pemain baru tersebut menyebabkan terjadinya over capacity di Indonesia sebesar 30 juta ton dan tingkat utilisasi industri di 2017 hanya sebesar 65 persen.

"Kami melihat adanya potensi perbaikan melalui penguatan fungsi Semen Indonesia sebagai Holding Company. Kami tidak lagi memandang bahwa Semen Indonesia terdiri dari tiga perusahaan semen di Indonesia yang terpisah-pisah dan fokus untuk mengoptimalkan kinerja Semen Indonesia secara terkonsolidasi," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (19/9).

Sejak Januari 2018, seluruh kegiatan pemasaran dan rantai pasokan dipusatkan di perusahaan induk. Adi memastikan tidak lagi terdapat double brand milik SMGR yang saling bersaing di pasar yang sama.

Menurutnya, hal ini terjadi saat SMGR menemukan brand Semen Gresik dan Semen Padang bersaing di Jakarta, atau Semen Gresik dan Semen Tonasa yang sama-sama dijual di Bali. Kondisi ini akan menambah tekanan persaingan di pasar dan berakibat pada persaingan harga jual.

"SMGR melakukan rerouting atas jalur distribusi yang mampu memberikan biaya transportasi yang paling efisien. Kami juga melakukan renegosiasi dengan mitra penyedia jasa transportasi untuk menyesuaikan jenis kontrak seperti apa yang lebih efisien bagi perusahaan," tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up