alexametrics

Cara Jitu Mal Premium Agar Tak Pernah Sepi Pengunjung

19 September 2017, 10:12:38 WIB

JawaPos.com – Sejumlah pusat perbelanjaan kelas premium putar otak menghadapi penurunan daya beli di sektor ritel. Pada semester II, mal sudah menyiapkan berbagai strategi jitu untuk menyiasati hal itu. Tercatat dari data Bank Indonesia hingga Juni 2017, daya beli masyarakat menurun.

Marketing Director Senayan City Halina menjelaskan, setiap mal dan tenant dituntut lebih kreatif lagi meningkatkan daya beli masyarakat untuk berbelanja. Salah satunya dengan cerdas memanfaatkan setiap momen untuk memberikan berbagai penawaran dan kualitas menarik.

“Penurunan daya beli kami sikapi dengan kreativitas semenarik mungkin di segala occasion. Bisa diatasi di certain level terhadap penurunan itu,” ungkap Halina, Senin (18/9).

Cara Jitu Mal Premium Agar Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pengunjung di Senayan City (Senayancity.com)

Halina tetap optimis pasar kelas menengah saat ini iklimnya masih baik. Karena itu mal tetap menyasar utama pada masyarakat kelas menengah. Tentu dengan ditunjang produk yang berkualitas dan suasana belanja yang nyaman.

“Market middle class punya prospek cukup bagus. Tambah koleksi yang bervariasi, meskipun katanya ekonomi lagi menurun tetapi jika kami adakan bazar, buktinya mal masih ramai saja,” tegasnya.

Co-Founder dan Chief Design Officer Fabelio, salah satu label furniter, Marshall Utoyo menjelaskan untuk menyiasati penurunan daya beli sebetulnya bukan dengan melulu menmberikan diskon pada pelanggan. Dia menganalogikan pemberian diskon terlalu sering sama seperti memberikan narkoba yang memanjakan seseorang.

“Tak harus dengan insentif diskon. Seperti narkoba, kebiasaan diskon justru merusak brand itu sendiri. Strategi kami yakni tingkatkan rasa ingin belinya terhadap konsumen. Kami masuk kepada hasrat dan rasa untuk mau membeli,” jelasnya.

Dia mengakui saat ini memang masyarakat semakin cerdas dan selektif memilih produk. Sehingga bagaimana toko berhasil memengaruhi psikologis masyarakat jika sudah masuk ke suatu toko tak berpindah ke toko lain, bahkan mau membeli.

“Tugas kami juga soal itu. Penurunan daya beli pengaruh terhadap memilih produk. Konsumen akan bandingkan harga di toko lain. Kami dorong hal itu untuk mempengaruhi psikologis pembeli,” ujar Marshall.

Editor : admin

Reporter : (ika/JPC)

Close Ads
Cara Jitu Mal Premium Agar Tak Pernah Sepi Pengunjung